Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, kejadian tersebut bisa terjadi karena tidak adanya komunikasi dan saling peduli antar tetangga. Padahal diketahui, gerak-gerik Agus yang juga merupakan residivis sudah sepatutnya diwaspadai.
"Yang terjadi adalah, masyarakat saling tidak peduli karena takut dianggap tidak boleh intervensi, apalagi si A ini merupakan residivis. Ini yang harus jadi pelajaran," kata Arist saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (11/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kita mengingingkan di setiap RT dan RW memiliki tim reaksi cepat. Karena apa yang terjadi di sana adalah adanya budaya tidak mau mengganggu sesama tetangga. Ini sangat disayangkan," katanya.
Tersangka Agus merupakan tetangga dekat korban. Agus mendirikan sebuah rumah bedeng yang juga kerap dijadikan sebagai tempat berkumpulnya anak-anak di sekitar. Bahkan Agus membentuk sebuah geng bernama 'Boel Taco' dan memberikan narkoba kepada anggota geng yang notabenenya adalah anak-anak.
(jor/yds)










































