DetikNews
Minggu 11 Oktober 2015, 02:04 WIB

Pangdam Brawijaya Tegaskan Anggotanya Tak Ada Terima Uang Kades Awar-awar

Rois Jajeli - detikNews
Pangdam Brawijaya Tegaskan Anggotanya Tak Ada Terima Uang Kades Awar-awar Foto: Muhammad Aminudin
Surabaya - Tiga oknum Polsek Pasirian, Lumajang menjalani sidang disiplin, karena diduga menerima uang dari Kades Selok Awar-awar, tersangka illegal mining. Apakah ada dugaan keterlibatan oknum Koramil Pasirian?

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Sumardi mengatakan, tidak ada keterlibatan oknum Koramil Pasirian yang menerima uang dari Kades Selok Awar-awar.

"Nggak ada," kata Mayjen TNI Sumardi usai menghadiri peresmian Museum Hidup Gedung Mapolrestabes Surabaya 'Hoofdbureau Van Politie te Soerabaia', Sabtu (10/10/2015) malam.

Pangdam enggan menanggapi kasus pembunuhan Salim Kancil, penganiayaan Tosan, kasus illegal mining maupun dugaan gratifikasi dari kades di Desa Selok Awar-Awar, Pasirian, Lumajang.

"Jangan tanya saya. Tanya kapolda," tandasnya.

Saat ini Polda Jatim sudah menetapkan 31 orang sebagai tersangka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 orang dijerat pasal penganiayaan. Dari 24 orang, 8 diantaranya diduga terlibat kasus penganiayaan dan pembunuhan.

Sedangkan kasus illegal mining tambang pasir besi di Desa Selok Awar-Awar, polisi menetapkan 13 tersangka.

Selain kasus tersebut, Propam Polda Jatim juga membawa 3 oknum polisi ke sidang disiplin. Mereka adalah AKP S mantan Kapolsek Pasirian, Ipda SH Kanit Reskrim dan Aipda SP Babhinkamtibmas Polsek Pasirian, mempertanggungjawabkan perbuatannya karena diduga menerima uang dari Kades Selok Awar-Awar (Hariyono-tersangka illegal mining dan penganiayan serta pembunuhan).


(roi/jor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed