Asap Menipis di Pekanbaru, Hari Ini Sekolah Masuk Kembali

Asap Menipis di Pekanbaru, Hari Ini Sekolah Masuk Kembali

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2015 09:12 WIB
Asap Menipis di Pekanbaru, Hari Ini Sekolah Masuk Kembali
Foto: Chaidir Anwar Tanjung
Pekanbaru - Setelah lebih sebulan aktivitas pendidikan di Riau lumpuh akibat asap pekat, hari ini kegiatan mulai menggeliat. Sekolah masuk kembali setelah asap menipis.

Cuaca di Pekanbaru hari ini, Sabtu (10/10/2015) tampak cerah. Bila merujuk pada keputusan Dinas Pendidikan Nasional Riau dan Pekanbaru, mestinya hari ini masih libur. Karena sebelumnya ada keputusan sekolah hanya berlaku dua kali dalam sepekan, setiap hari Senin dan Kamis.

Namun karena kondisi udara yang terus membaik, akhir pekan ini seluruh aktivitas belajar mengajar diaktifkan kembali. Udara sejuk tanpa asap pekat, membuat para murid kembali menggali ilmu di sekolahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikcom, SD Negeri 110 di Jl Purwodadi, Kec Tampan, pagi ini menggelar senam. Seluruh muridnya dari kelas 1 sampai kelas 6, senam bersama para guru, setelah dua bulan Riau diselimuti asap pekat.

Para murid dengan semangat mengikuti senam yang sudah lama mereka hentikan sejak kabut asap. Mereka tak lagi mengenakan masker, sebagaimana hari-hari sebelumnya.

Hari belajar yang sebelumnya direnggut asap, kini murid-murid tersebut harus mengebut ketertinggalan setelah lebih sebulan libur.

"Alhamdulilah, anak-anak kami bisa kembali ke sekolah. Semoga saja asap benar-benar hilang dari Riau. Kasian anak-anak kami selama ini tak bisa sekolah karena asap," tutur Ibu Erlina (35) yang mengantarkan anaknya ke sekolah.

Dari data BMKG Pekanbaru yang dirilis pagi ini, diketahui jarak pandang tembus 3 Km. Sedangkan pada papan Indesk Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terpajang di depan Kantor Wali Kota Pekanbaru, menunjukan polusi udara di level tidak sehat. Posisi ini sudah turun dua level yakni berbahaya dan sangat tidak sehat. Semoga saja kebakaran lahan yang tersisa di Sumsel segera bisa teratasi. (cha/ahy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini