BNPB: Kualitas Udara Palembang Berbahaya, 83 Ribu Warga Menderita ISPA

BNPB: Kualitas Udara Palembang Berbahaya, 83 Ribu Warga Menderita ISPA

Andri Haryanto - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2015 05:40 WIB
BNPB: Kualitas Udara Palembang Berbahaya, 83 Ribu Warga Menderita ISPA
Kabut asap di Palembang/Foto: M Iqbal/detikcom
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat indeks kualitas udara (PM10) di Kota Palembang Jumat (9/10) dalam kategori berbahaya. Dampaknya, puluhan ribu masyarakat di kota ini terjangkit penyakit saluran pernafasan.

"Masyarakat setempat sangat terpapar asap kebakaran. Tercatat lebih dari 83.000 warga menderita penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/10/2015).

Saat ini Satuan Tugas Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Asap terus mengupayakan pemadaman, baik darat dan udara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 3.694 personel gabungan berjibaku memadamkan api dan asap hingga kini. Mereka terkonsentrasi di Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Banyuasin.

"Hutan dan lahan seluas 221.704 hektar areal terbakar di Sumsel. Luasnya wilayah terbakar dan lahan gambut merupakan tantangan dalam pemadaman api dan asap," kata Sutopo.

Sutopo menambahkan, upaya pemadaman saat ini terkendala cuaca kering. awal potensial dan air yang terbatas, sedangkan perkiraan kemarau baru akan berakhir November 2015.

Adapun Indonesia mendapatkan bantuan dari Malaysia dan Singapura guna menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan. Bantuan dari Negeri Jiran baru tiba Jumat (9/10/2015) petang. Sementara Singapura dikabarkan baru akan mengirimkan bantuannya hari ini. (ahy/idh)


Berita Terkait