"Tugas kami memang mengakses (informasi tentang pilkada kepada) semua segmen masyarakat. Tidak usah kecil hati, walau minoritas. Karena tidak hanya yang mayoritas yang kami perhatikan," ujar Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPUD Sleman, Indah Sri Wulandari.
Hal ini disampaikan Indah di sela sosialisasinya yang digelar di Susteran Dewan Maguwoharjo, Sleman, Jumat (9/10/2015). Komunitas waria Kabupaten Sleman beranggotakan sekitar 30 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Dalam pertemuan tersebut, Indah menyampaikan sejumlah informasi terkait pelaksanaan Pilkada Sleman 9 Desember 2015. Tak hanya itu, Indah juga menyarankan agar mereka tidak Golput.
"Cermati apakah namanya sudah masuk ke DPT. Kalau belum terdaftar, silakan segera mendaftar," imbuhnya.
Politik uang juga menjadi perhatian. Indah mengingatkan agar mereka berhati-hati dengan praktik politik uang yang biasanya marak terjadi jelang pilkada.
"Jadi tolong, tolak money politic karena akan menyuburkan korupsi. Nanti juga kalau ada apa-apa di depan, sudah tidak bisa apa-apa lagi karena suaranya sudah dibeli," ulasnya.
Indah menjelaskan, KPUD Sleman tidak hanya menyentuh komunitas waria. Pihaknya juga telah mengagendakan untuk menggelar acara sosialisasi di Persatuan Tuna Netra (Pertuni) Sleman.
"Di sana kami nanti membacakan visi misi pasangan calon," tuturnya. (sip/ahy)












































