Kiat Sukses Peternak Unggas dalam Sebuah Film

Kiat Sukses Peternak Unggas dalam Sebuah Film

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 09 Okt 2015 18:53 WIB
Kiat Sukses Peternak Unggas dalam Sebuah Film
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Food and Agriculture Organization (FAO) dan Direktorat Jenderal Kesehatan Hewan Departemen Pertanian menggelar nonton bareng berjudul "Rahasia Sukses Komplet" bersama peternak unggas dan masyarakat. Film ini bertujuan untuk mengedukasi peternak supaya menerapkan biosekuriti tiga zona dan rutin memberikan vaksin pada ternaknya.

"Semoga film ini bisa merubah mindset peternak untuk menjadikan peternakan ideal itu butuh waktu dan bertahap, tidak mudah memang jadi harus ada program sosialisasi baik dari pemerintah bekerjasama dengan FAO," ujar Alfred Kompudu, National Technical Adviser untuk Program PVUK pada Jumat (09/10/2015).

Sistem biosekuriti ini sendiri terbagi menjadi 3 zona. Ketiga zona itu dibagi atas zona merah, kuning, dan hijau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zona merah merupakan tempat adanya beberapa kuman. Akan tetapi, bagi orang dari luar peternakan diwajibkan mengganti alas sepatu dengan sendal yang disediakan dan kegiatan membersihkan badan seperti mandi serta berganti pakaian.

Sementara zona kuning merupakan tempat peralihan dari zona yang kotor ke zona yang steril sehingga diwajibkan pula mengganti alas kaki. Sedangkan zona hijau ialah tempat unggas, bila orang lain mau masuk maka orang tersebut harus benar-benar bersih.

"Orang dari luar peternakan itu berisiko tinggi untuk menularkan berbagai kuman ke unggas. Maka orang lain tidak boleh masuk ke dalam zona hijau kecuali steril, zona hijau adalah zona steril yang harus selalu dikunci oleh petugas dan zona itu merupakan tempat unggas berada," Erick Brum, penulis naskah dan sutradara film.

Sebagai bentuk sosialisasi biosekuriti 3 zona ini Alfred mengubahnya menjadi lebih sederhana misalnya mengganti alas kaki, membatasi orang untuk masuk dan keluar kandang dengan adanya pemberian tanda di pintu masuk peternakan. Serta rajin membersihkan tempat makan dan minuman unggas. Selain itu diperlukan pula pemberian vaksin kepada unggas agar terhindar dari virus flu burung.

"Peningkatan biodiversity itu murni hanya kasus penyakit bagaimana kita meningkatkan produksi dengan vaksinasi biosekuriiti 3 zona, yaitu usaha-usaha mengamankan kuman 3X sebelum produksi dan 2x masa produksi," kata Alfred.

Dengan adanya vaksinasi, FOA mengatakan peternak sudah bisa melindungi ayamnya dari virus flu burung semasa hidupnya. Selain itu, tahapan lainnya ialah rutin membersihkan kandang dan pemberian desinvektan yang tepat.

"Bapak saya seorang peternak dia menerapkan sistem biosekuriti 3 zona, zona merah, kuning, dan hijau. Sistem tersebut cukup efektif karena peternakan ayah saya sangat bersih dan tidak ada infeksi jadi produktifitasnya meningkat," ujar Mark Smulders, perwakilan FAO dari Indonesia. (faj/faj)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads