Setelah dilakukan investigasi, kepolisian setempat menemukan bukti adanya percakapan Parto dengan tiga orang sebelum hilang. Untuk dimintai keterangan lebih lanjut, kepolisian kemudian menahan ketiga orang tersebut.
"Setelah dilakukan investigasi, diperoleh informasi adanya sejumlah petunjuk baru mengenai kasus ini. Salah satunya adalah adanya bukti percakapan antara Parto dengan beberapa orang," ujar Direktur Perlindungan WNI & Bantuan Hukum Indonesia Lalu Muhammad Iqbal, Jumat (9/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini KBRI Riyadh terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Suparto diculik di wilayah Esbelia, Exit 10, Riyadh pada tanggal 18 September 2015.
(yds/dra)










































