Citra angkot 'Nol Lima' makin ternoda setelah seorang penumpang, Ade Rohmat (22), pada Senin (5/10/2015), mengaku dipukul oknum sopir gara-gara dia menagih uang kembalian. Ade mengunggah cerita buruknya tersebut via sosial media Twitter yang ditautkan ke akun @ridwankamil selaku wali kota Bandung. Seketika kicauan pria tersebut menjadi trending topics.
"Versinya beda-beda. Ada menyebut sopirnya malah dipukul duluan oleh penumpang, ada juga yang bilang penumpangnya ditonjok sopir," kata sopir angkot 05 yang mengaku bernama Randy (33), saat ditemui di kawasan Leuwipanjang, Kota Bandung, Jumat (9/10/2015).
Dia enggan ribet mengomentari kisah tersebut. Randy pun menegaskan, pengakuan penumpang kena bogem itu bukan berarti publik menghakimi semua sopir angkot 05 berperilaku nakal. Soal penilaian tidak disiplin berkendara dan tak mematuhi aturan rambu, dia menyebut hal tersebut bergantung kepada masing-masing sopir.
"Ya ada saja lah oknum-oknum sopir yang bikin penumpang atau pengendara lain merasa tidak nyaman. Tapi sikap tidak tertib itu kan bukan hanya sopir angkot 'Nol Lima' saja, coba aja tengok ke jalan, angkot jurusan lain juga suka ngetem sembarangan kok," ucapnya.
Ditanya respons Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang mengancam membekukan rute angkot Cicaheum-Cibaduyut lantaran banjir komplain dari warga perihal ulah berengsek para sopir, Randy meminta jangan menyimpulkan karena emosional belaka. "Kan bisa dibina para sopirnya. Kasih arahan. Kalau dibekukan, bagaimana nasib seperti saya ini. Tolong perhatikan lah," kata Randy.
Hari (35), sopir angkot Cicaheum-Cibaduyut, ikut bersuara. Dia sudah lima tahun menjadi pengemudi angkot 05. "Jangan karena ulah oknum sopir, terus imbasnya ke sopir-sopir angkot 'Nol Lima' lainnya yang memang mencari rezeki," ujar Hari.
Menurut Hari, tidak sedikit sopir angkot 05 bertindak positif kepada penumpang. Misalnya, sambung dia, kesigapan sopir yang menyelamatkan penumpang dari incaran komplotan pencopet yang beraksi di dalam angkot.
"Pernah saya mengalami. Waktu itu ada sekelompok pencopet, sebelumnya mereka pernah mencopet di angkot ini. Saya kan hapal beberapa wajahnya, langsung saja saya minta penumpang buru-buru turun, alasan saya angkot mau putar balik," tutur Hari.
Hari hanya mengelus dada jika penumpang yang menjadi korban menuduh dirinya sekongkol dengan para pelaku. "Keselamatan saya juga berisiko. Pernah ada kejadian sopir 'Nol Lima' diancam pakai pisau, bahkan dikejar-kejar komplotan pencopet setelah menggagalkan aksi pelaku yang coba merampas handphone penumpang," ujar Hari.
Pria warga Rancamayar, Kabupaten Bandung, ini tak menepis mengenai kegeraman sejumlah warga soal ulah sopir angkot 05 yang dianggap tidak memberikan kenyamanan serta meresahkan di jalan lantaran ugal-ugalan dan ngetem di sembarang tempat.
"Saya berpendapat, perilaku itu hanya oknum saja. Memang enggak bisa dipungkiri, ada oknum sopir 'Nol Lima' tidak disiplin atau sering bersinggungan dengan penumpang gara-gara masalah tarif," katanya.
Hari mengusulkan kepada instansi terkait dan pengurus angkot 05 untuk turun tangan mengawasi para sopir. Dia berharap, sopir tembak serta tak memiliki SIM tidak keliaran mengangkut penumpang. Selain itu, keseragaman tarif sesuai jarak tempuh agar diseragamkan guna menghindari konflik berujung adu fisik dengan penumpang. (bbn/mad)











































