Upacara tersebut digelar di halaman venue shooting range, komplek Jakabaring Sport City, Palembang, Jumat (9/10/2015). Hadir Mendagri Tjahjo Kumolo, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Agung Mulyana, Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan pejabat lain.
Mendagri Tjahjo memeriksa pasukan (Iqbal/detikcom) |
Peserta upacara adalah 1.500 Kepala Satpol PP di tingkat provinsi, kabupaten dan kota dari Aceh sampai Papua. Mereka sudah hadir sejak sekitar pukul 06.30 WIB. Pada pagi itu, jarak pandang akibat bencana asap hanya sekitar 500-1000 meter.
Para peserta mengenakan masker saat upacara (Iqbal/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi itu memang menjadi lazim di Sumsel dalam dua bulan terakhir. Jalanan kota dipadati warga yang beraktivitas dengan masker. Termasuk anak-anak yang tetap bersemangat sekolah, pedagang, karyawan hingga polisi.
Anggota Satpol PP menggunakan masker untuk menghalau asap (Iqbal/detikcom) |
Acara Jambore Nasional Satpol PP dimulai sekitar pukul 08.15 WIB dengan sambutan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Agung Mulyana. Lalu disusul sambutan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.
Alex dalam sambutannya sempat membanggakan stadion Jakabaring yang venuenya berstandar internasional, tapi hari ini tak bisa dinikmati mata karena terhalang asap.
"Sayang asap menghalangi pemandangan, saya mohon maaf untuk itu. Dan orang paling bertanggungjawab di Sumatera Selatan adalah gubernur," kata Alex.
Asap tebal menyelimuti lokasi upacara (Iqbal/detikcom) |
Setelah sambutan Alex, Mendagri Tjahjo Kumolo yang memimpin upacara lalu menggelar inspeksi peserta dengan menaiki mobil jeep yang berjalan mengelilingi lapangan. Tjahjo dan pejabat lain yang hadir memang tak mengenakan masker. Namun rupanya, masalah asap dibahas serius Tjahjo dalam sambutan.
"Kepada Gubernur, Walikota, Bupati di daerah yang kena musibah asap, ini saya minta siagakan puskesmas 24 jam, rumah sakit-rumah sakit pemerintah, rumah sakit rujukan termasuk rumah sakit swasta, harus siap menerima 24 jam warga masyarakat yang menderita karena asap!" kata Tjahjo lantang.
"Kepada seluruh jajaran mulai dari kepala desa, kelurahan, kota, kabupaten, jemput bola datangi warga kalau kena rangkaian bencana asap, bawa ke puskesmas, ke rumah sakit. Mudah-mudahan dibantu gratis karena negara harus hadir," tambahnya.
Tjahjo duduk di samping Alex Noerdin (Iqbal/detikcom) |
Tjahjo mengatakan, pemerintah masih terus berupaya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan termasuk menghilangkan asap yang mengepung banyak daerah. TNI, Polri, BNPB, Satpol PP, relawan dan masyarakat hingga hari ini masih berjibaku dengan api.
Dia meminta gubernur, bupati, walikota menindak tegas orang atau pelaku perusahaan yang sengaja membakar lahan atau hutan, sambil memberi kesadaran kepada masyarakat soal bahayanya membakar lahan.
Dalam pidatonya, Tjahjo menyinggung soal bencana asap (Iqbal/detikcom) |
"Kalau ada perusahaan perkebunan yang suruh warga membakar lahan, harus ditindak tegas, diblacklist! Kalau perlu ditutup usaha di daerah!" tegas Tjahjo.
Usai upacara seluruh peserta membubarkan diri. Kondisi asap sedikit membaik pada siang dan jelang sore ini, namun tetap saja jarak pandang terbatas dan baunya sangat ketara asap bakaran. (miq/hri)












































Mendagri Tjahjo memeriksa pasukan (Iqbal/detikcom)
Para peserta mengenakan masker saat upacara (Iqbal/detikcom)
Anggota Satpol PP menggunakan masker untuk menghalau asap (Iqbal/detikcom)
Asap tebal menyelimuti lokasi upacara (Iqbal/detikcom)
Tjahjo duduk di samping Alex Noerdin (Iqbal/detikcom)
Dalam pidatonya, Tjahjo menyinggung soal bencana asap (Iqbal/detikcom)