Polantas ini Dipuji Netizen karena Beri Cokelat ke Anak yang Berhelm

Polantas ini Dipuji Netizen karena Beri Cokelat ke Anak yang Berhelm

M Rofiq - detikNews
Jumat, 09 Okt 2015 15:34 WIB
Polantas ini Dipuji Netizen karena Beri Cokelat ke Anak yang Berhelm
Foto: M Rofiq
Probolinggo - Polisi lalu lintas (polantas) di Probolinggo ini rela merogoh kocek sendiri untuk membeli cokelat. Cokelat itu diberikan ke anak yang berhelm saat diboncengkan orangtuanya. Aksi ini menuai simpati. Polisi yang tak mau disebut namanya ini jadi perbincangan netizen di Probolinggo.

Kisah polisi bagi-bagi cokelat dishare Agung Wiendarto di Facebook, Rabu (7/10/2015). Beragam respons muncul. Namun hampir semuanya memuji.

Misalnya, 'ini lho polisi.ngasih bukan dikasih', 'Seharusnya dilakukan secara terstruktur dan terorganisir bukan secara individual tp baguslah buat pak polisi tsb...', dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh warga, aksi polisi tersebut berdampak baik bagi pengguna lalu lintas dan membangun kedisiplinan di usia dini. Ia hanya menegur ke anak yang tak memakai helm. Selanjutnya, ia memberi cokelat ke anak yang mengenakan helm.

"Sangat berpengaruh sekali mas, biasa anak saya setiap kali mau berangkat sekolah malas-malasan. Tapi setelah mendapat hadiah cokelat, malah anak saya giat sekolah, dan ingin tiap hari bertemu dengan pak polisi agar dapat cokelat," kata Sahla, warga setempat, Jumat (9/10/2015).

(Foto: M Rofiq/detikcom)

Polisi tersebut bertugas di jalur pantura Probolinggo, tepatnya Jl IR Juanda, Kraksaan. Saat ditemui detikcom, ia enggan membincangkan identitas. Ia menyebut dirinya memberi cokelat sejak 3 bulan terakhir agar anak-anak mengenakan helm.

"Semoga ini bisa menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan," katanya di lokasi tugas.

Ditemui terpisah, Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP A Hudi Arif, mengatakan tidak ada program pemberian cokelat ke anak yang mengenakan helm. Namun ia mengaku sangat mendukung aksi tersebut. Bagi Hudi, hal itu merupakan terobosan.

"Saya salut dan mendukung. Ini sangat berpotensi menciptakan kedisiplinan terhadap anak," kata Hudi. (bdh/try)


Berita Terkait