"Alhamdulillah (ada bantuan negara luar). Memang di dua tempat (di Kabupaten Ogen Komering Ilir) ini. Mengapa di OKI, itu wilayah gambut. Kita total 1,4 juta hektar. Di OKI di Kecamatan Cengal dan Air Sugihan itu jauh di pesisir. Tidak ada jalan masuk ke sana, itu yang susah memadamkan," ucap Alex Noerdin di Griya Agung, Jl Demang Lebar Daun, Palembang, Jumat (8/10/2015).
Alex menyebut, kendalanya selain lokasi sulit dijangkau, juga sumber air terdekat di dua kecamatan itu jauh terlebih persediaan airnya sudah mulai kering. Tim darat yang berupaya memadamkan api di wilayah itu sangat kesulitan mencapai lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Alex, sebetulnya metode pemadaman bantuan negara sahabat sama dengan yang selama ini dilakukan Indonesia, yaitu water bombing,Β Bedanya, bantuan negara sahabat punya kapasitas angkut air lebih besar.
"Kalau Singapura dia punya helikpter chinook yang baling-balingnya depan belakang, itu kapasitasnya besar. (Pemadamannya itu) lewat udara, tapi harus masif. Kalau helikopter kecil-kecil, itu seperti bakar sampah kita siram dengan segayung air, apinya kelihatannya mati asapnya ngebul. Lalu tiba-tiba hidup lagi. kira-kira seperti itu," papar Alex.
"Gambut itu bisa sampai 7 meter. Itu perlu hati-hati. Jalan di atas gambut itu kalau terperosok jatuh," lanjutnya.
Selain bantuan dari negara terdekat, Alex mengatakan pemerintah juga mengharapkan bantuan dari Rusia yang kapasitas angkut airnya juga besar untuk water bombing. Namun pesawat itu menurutnya sedang dipakai di Amerika karena hutan yang juga terbakar.
"Amerika juga sedang kebakaran hutan. California itu kan sudah mulai masuk api ke sana, korban terbakar ada. Australia juga kebakaran. Ya karena cuaca ekstrim, elnino ini ekstrim," ucapnya soal alam jadi salah satu penyebab. (miq/hri)











































