Sperma Jadi Kunci Penuntasan Kasus Pembunuhan Bocah Dalam Kardus

Sperma Jadi Kunci Penuntasan Kasus Pembunuhan Bocah Dalam Kardus

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 09 Okt 2015 15:05 WIB
Sperma Jadi Kunci Penuntasan Kasus Pembunuhan Bocah Dalam Kardus
Foto: Yudhistira Amran Saleh
Jakarta - Siapa pembunuh bocah perempuan yang ditemukan tewas di dalam kardus di Kalideres, Jakbar, masih tanda tanya. Berbagai upaya penyelidikan dilakukan tim kepolisian untuk menguak misteri itu, salah satunya dengan menelusurinya lewat sperma.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengungkapkan, hasil uji laboratorium forensik dipastikan jika dari sejumlah cairan yang terdapat di kemaluan korban salah satunya positif sperma.

"Itu positif (sperma), hasil yang bagus. Itu hasil bagus, karena dari beberapa sampel yang ada di kemaluan korban itu ada 1 sampel yaitu sperma. Artinya apa, itu adalah jejak yang cukup bagus," jelas Tito kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sperma ini, kata Kapolda, akan dikembangkan menjadi pola DNA yang akan menuntun ke arah siapa pelakunya. Untuk pemeriksaan DNA ini sendiri memerlukan waktu dan ketelitian.

"Pola DNA ini butuh waktu 2-3 hari. Ada 2 macam pemeriksaan yakni robotik itu cepat tapi kurang akurat, yang ke dua ini manual dan itu butuh waktu 3 hari," imbuhnya.

Mantan Kapolda Papua ini sendiri sampai turun langsung ke Labfor Polri di Cipinang, Jaktim untuk melihat proses pemeriksaan DNA.

Ia menambahkan, dari hasil tes DNA terhadap sampel sperma ini, nantinya polisi akan mengembangkan ke pelakunya. Polisi juga nantinya akan mencocokkan hasil tes DNA di sperma itu dengan DNA yang ditemukan di kaos kaki milik korban, yang identik dengan Agus-yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan remaja usia 15 tahun.

"Untuk PNF, sementara kita lagi kembangkan, kejar DNA-nya, kejar DNA yang ada di tubuh korban maupun di kaos kaki. Karena kaos kaki ini ditemukan tidak jauh dari kardus itu," tutupnya.


(mei/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini