Akhir Kisah Salat Berhadiah Mobil di Bengkulu

Akhir Kisah Salat Berhadiah Mobil di Bengkulu

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Jumat, 09 Okt 2015 12:50 WIB
Akhir Kisah Salat Berhadiah Mobil di Bengkulu
Foto: Triono Wahyu sudibyo
Bengkulu - Program salat berhadiah mobil di Bengkulu berakhir, Rabu (7/10/2015). Pemenang sudah terpilih. Dan setelah dievaluasi, program tidak dilanjutkan. Berikut cerita utuh tentang program tersebut.

Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan memimpin sejak Januari 2013 silam. Di awal-awal kepemimpinan, ia sangat prihatin dengan maraknya aksi kriminal, masjid sepi, dan kegiatan keagamaan minim. Helmi blusukan tiap Subuh, salat dari masjid ke masjid. Ia mengajak jajarannya beribadah sambil mendengarkan aspiarasi masyarakat.

"Bayangkan, di masjid cuma ada 1-3 orang salat (Subuh). Di mana-mana seperti itu," kata Helmi mengurai cikal bakal program salat berhadiah mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT




Helmi ditemui detikcom di Balai Kota, Jl Basuki Rachmat Bengkulu, usai penyerahan hadiah, Rabu (7/10) sore. Meski sedang tak berdinas, dia masih mengenakan seragam resminya. Hanya saja ia tampak lebih santai. Peci hitamnya dilepas dan ditaruh di meja.

Helimi bercerita, setelah tahu kondisi masjid usai blusukan, dirinya berpikir lama. Nah, setelah berdiskusi dengan jajaran dan berbagai pihak, ia menggelar program salat berhadiah yang bertajuk 'Bengkulu-ku Religius'. Siapapun yang salat Zuhur berjamaah di MAsjid At-Taqwa selama 52 kali tanpa putus, berhak mendapatkan mobil. Salat perdana digelar pada hari Rabu, 12 Februari 2014.

Apa pesan tersembunyi dari program itu? "Saya ingin memakmurkan (meramaikan) masjid, ingin mengajak orang berbondong-bondong ke masjid saat mendengar azan. Soal mobil atau hadiah, hanya stimulus," ungkap Helmi.

Tentangan muncul dari beberapa pihak. Apalagi setelah sejumlah pengusaha menyumbangkan mobil dan motor sebagai hadiah. Helmi bergeming. Untuk mencegah timbulnya masalah di kemudian hari, ia memangkas semua hadiah. Dia merelakan mobil Innova istri yang dibeli 2 tahun lalu sebagai hadiah. Mobil dan motor atau sumbangan dari pihak luar, dikembalikan.

Setelah hampir 2 tahun, pada Rabu (7/10/2015), program Bengkulu-ku Religius dinyatakan berakhir. Pengumunan pemenang dilakukan usai salat Zuhur berjamaah di Masjid At Taqwa. Yang berhak mendapatkan mobil Innova adalah Marwan HS, pegawai honorer Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kota Bengkulu. Dari ratusan peserta dan 149 peserta yang layak menjadi pemenang, dia tercatat paling rajin salat dan tidak pernah telat.

"Saya tidak menyangka. Saya salat tidak demi hadiah, tapi karena Allah," kata Marwan sebelum menerima kunci mobil dan BPKB.




Helmi Hasan memilih tidak melanjutkan program salat berhadiah. Menurut dia, saatnya evaluasi. Politikus PAN ini meminta warga merenungkan kembali niatan ibadahnya selama ini: apakah karena hadiah atau karena Allah.

Helmi bersyukur saat ini setiap kali terdengar azan, orang ingat salat dan segera beringsut ke masjid. Masjid yang dulu cuma jadi tempat ibadah, beberapa di antaranya kini menjadi pusat kegiatan sosial. Baginya, meski tidak luar biasa, perubahan itu sudah menjadi nilai positif.

"Program (salat berhadiah) akan diganti dengan kegiatan keagamaan untuk anak dan siswa. Nanti dipikirkan bersama dinas dan pihak lain," kata Helmi soal rencana berikutnya.


 


Sehari setelah seremoni penyerahan hadiah, Kamis (8/10) siang, masjid At Taqwa tampak ramai. Puluhan mobil berjajar rapi di luar masjid. Siswa- siswi dan orang dewasa berlalu lalang di kompleks masjid. Program salat berhadiah boleh berakhir, tapi 'efek-nya mungkin akan terus berlanjut. Seperti terjadi di Masjid At Taqwa pada Kamis kemarin. (try/mad)


Berita Terkait