Kabut Asap Menggila, Taufik Kurniawan: Menteri Harus Kerja Keras

Kabut Asap Menggila, Taufik Kurniawan: Menteri Harus Kerja Keras

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jumat, 09 Okt 2015 11:40 WIB
Kabut Asap Menggila, Taufik Kurniawan: Menteri Harus Kerja Keras
Foto: istimewa
Jakarta - Pemerintah kini menerima bantuan negara asing untuk mengatasi asap kebakaran hutan setelah awalnya sempat menolak. Hal ini mendapat kritik dari Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

"Seyogyanya para pembantu presiden jangan terlalu awal menolak bantuan negara-negara asing, harus berkonsultasi dulu dengan presiden dan wapres," kata Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2015).

Menurut Taufik, terlihat kurang bagus bila awalnya menolak bantuan asing dan sekarang menerima. Dia menyarankan para pembantu presiden lebih dulu berdiskusi langkah apa yang sebaiknya diambil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebih arif kalau mendengarkan dahulu dan konsul. Kalau awalnya merasa terlalu gagah, sekarang menerima, jadinya kurang bagus," ujar Waketum PAN ini.

Dia menegaskan bahwa permasalahan asap kebakaran hutan ini harus cepat selesai. Masyarakat Indonesia dan masyarakat di negara tetangga semuanya merupakan manusia yang berhak menghirup udara segar.

Taufik juga mengapresiasi Presiden Jokowi yang meninjau lokasi kebakaran hutan. Jokowi saat ini sedang mengunjungi Jambi.

"Kita dukung penuh, kita apresiasi presiden yang turun dua kali (ke lokasi terdampak asap) tapi sekali lagi, para pembantu presiden harus bekerja serius," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, berdasarkan perkembangan penanggulangan bencana asap dan kebakaran hutan/lahan itu, diperlukan adanya peralatan yang mampu membawa air dalam jumlah yang lebih besar.

"Kalau lihat perkembangannya, eskalasinya, dan berbagai tingkat kesulitan lapangan, memang tekanan airnya juga harus kuat, kita mesti pakai kapasitas air dan tekanan volume, kelihatannya memang ada keperluan untuk menerima dukungan, apakah dari Singapura, Rusia, Australia, dan lain-lain," ujar Siti saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2015). (imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads