BBM Naik, Mahasiswa Yogya 'Segel' Kantor Pertamina
Selasa, 01 Mar 2005 12:56 WIB
Yogyakarta - Ratusan mahasiswa berbagai elemen di Yogyakarta berdemo menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan 'menyegel' kantor Pertamina di Jl Mangkubumi. Mereka juga menilai pemerintahan SBY-Kalla gagal memenuhi janjinya dan hanya beretorika politik saja sehingga harus segera turun.Aksi ini dimulai pukul 09.30 WIB, Selasa (1/3/2005). Peserta aksi antara lain Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Universitas Islam Negeri (UNI) Sunan Kalijaga bersama Aliansi Masyarakat Jogjakarta yang merupakan gabungan elemen Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah mada (BEM UGM), BEM Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Sleman, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) DIY.Sebelum 'menyegel' kantor Pertamina Unit Pemasaran IV Jateng/DIY, para mahasiswa menggelar aksi orasi dan pembakaran ban bekas di Tugu Yogyakarta. Selain membawa bendera masing-masing organisasi, mereka juga membawa beberapa poster di antaranya, "SBY Mana Janjinmu? BBM = Beban Bagi Masyarakat, BBM Naik = Tsunami Jilid II, Stop Penindasan atas nama kenaikan BBM."Dalam orasinya, Darman Ibnu Nasir mengatakan kenaikan harga BBM sebesar 29 persen adalah bukti gagalnya pemerintahan SBY-Kalla. Naiknya BBM adalah bukti kebijakan yang tidak adil sehingga beban derita rakyat semakin bertambah."Janji-janji yang diucapkan SBY akan melakukan perubahan yang berpihak pada rakyat, akan menyejahterakan rakyat, memberantas korupsi saat kampanye lalu ternyata tidak terbukti," katanya.Sementara itu peserta aksi lainya Moh. Arief mempertanyakan masalah kompensasi dari pengurangan subsidi BBM yang akan digunakan untuk dana pendidikan dan kesehatan. Kompensasi itu jelas manipulatif dan sulit dilaksanakan di lapangan."SBY justru mengambil kebijakan yang tidak populis dengan menaikkan BBM, bukan malah memberantas dan menangkap koruptor dan mengatasi bocornya anggaran," katanya.Dorong-doronganSetelah berorasi selama 30 menit di Tugu Yogyakarta, massa kemudian longmarch menuju kantor Pertamina. Rombongan yang tiba pertama kali di kantor itu adalah massa dari IMM UIN Sunan Kalijaga. Karena tahu akan menjadi sasaran demo, kantor itu sejak pukul 09.00 WIB, pintu gerbangnya sudah ditutup rapat dan jaga ketat satpam dan anggota Polsek dan Koramil Jetis.Karena dilarang masuk petugas, massa ngotot dengan nekat membuka pintu gerbang besi. Namun beberapa orang polisi menahannya sehingga sempat terjadi dorong-dorongan dengan petugas. Massa hanya diperbolehkan berorasi dua meter dari pintu gerbang.Sekitar pukul 10.30 WIB jumlah massa yang berdatangan di kantor Pertamina semakin banyak setelah ratusan anggota Aliansi Masyarakat Jogjakarta bergabung menjadi satu. Meski mahasiswa sudah meminta izin masuk, petugas keamanan bersikeras tidak memperbolehkan masuk. Massa pun kemudian berorasi di atas pagar pintu gerbang. Sedangkan mobil Kijang pick up lengkap dengan pengeras suara digunakan untuk panggung orasi.Setelah bernegosiasi cukup alot, massa akhirnya diperbolehkan masuk untuk 'menyegel' kantor Pertamina. Pintu kaca kantor kemudian dipasang kertas bertuliskan "Disegel, BBM Naik = Mateni Wong Cilik". Setelah melakukan penyegelan massa kemudian melanjutkan aksi longmarch menuju gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro.
(nrl/)











































