Protes Kenaikan BBM, 9-10 Juta Orang Potensial Digerakkan

Protes Kenaikan BBM, 9-10 Juta Orang Potensial Digerakkan

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2005 12:37 WIB
Jakarta - Pemerintahan SBY-Kalla dinilai kurang baik dalam menangani isu kenaikan harga BBM. Sekitar 9-10 juta orang potensial digerakkan untuk turun ke jalan memprotes kenaikan harga BBM. Demikian hasil survei yang disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jl. Thamrin, Jakarta, (1/3/2005). Menurut hasil survei itu, 64,1 persen responden menilai kurang bagus, bagus (25,6) serta menjawab tidak tahu (10,3). Meski tanggapan terhadap kenaikan BBM negatif, publik masih merasa puas dengan kinerja pemerintahan SBY-JK sebesar 66,4 persen. Data lainnya menyebutkan 60-95 persen responden menolak kenaikan harga BBM. Mereka yang menentang berasal dari seluruh lapisan masyarakat. Dari yang menentang itu, 6-7 persen (9-10 juta warga) potensial digerakkan untuk turun ke jalan memprotes kenaikan harga BBM.Sedikitnya ada 3 alasan publik menentang kenaikan harga BBM. Pertama, kenaikan BBM memberikan kecenderungan ekonomi yang semakin buruk. Kedua, kenaikan BBM memberikan kecenderungan kenaikan harga kebutuhan barang pokok. Ketiga, masyarakat tidak puas dengan program sosialisasi kenaikan BBM. LSI juga memberikan solusi untuk mencegah eskalasi protes yang lebih besar. Caranya dengan pengawasan ketat realisasi program kompensasi, melibatkan stake holder dalam program pengadaan kompensasi, menciptakan kebijakan populer dalam waktu dekat dan pemerintah harus menghadapi aksi protes masyarakat dengan bijak. Survei dilakukan Desember 2004-Februari 2005. Jumlah responden 1200 orang yang tersebar di 150 desa dan kota di seluruh provinsi. Metode yang digunakan multistage random sampling dengan margin error +/-2,9 persen, tingkat kepercayaan 95 persen. (rif/)


Berita Terkait