"Yang luar biasa, pembangunan kereta api Trans Sumatra dimulai dari Sumatera Utara. Tolong bantuan dan dukungan Pak Gubernur dan anggota DPR supaya ini bisa dijalankan," kata Jonan di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, Kamis (8/10/2015).
Jonan mengatakan, saat ini terdapat 4 cluster jalur kereta api di Sumatera yang merupakan peninggalan Belanda. 4 Cluster itu terdiri dari Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Sumatera bagian selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menargetkan pembangunan tersebut akan selesai pada tahun 2019. Oleh karenanya, dukungan dari semua pihak termasuk kepala daerah, sangat diharapkan demi kelancaran pembangunan kereta api Trans Sumatera itu.
Jonan juga meminta Ditjen Perkeretaapian dan PT KAI yang ditempatkan di wilayah tersebut untuk bekerja dengan maksimal. Selain itu, dukungan dari warga juga mutlak diperlukan.
Tak hanya mega proyek Trans Sumatera yang butuh bantuan pembebasan lahan. Pembangunan jalur ganda kereta api Medan-Kualanamu juga masih ada sedikit ganjalan mengenai pembebasan lahannya.
Mayoritas warga setuju, hanya saja di kawasan Binjai masih ada warga yang enggan bergeser dari kawasan milik PT KAI itu. Mereka mengklaim sudah diizinkan oleh pemerintah kota setempat pada masa lampau. (kff/rvk)











































