"Dari hasil tim gabungan sudah dikonfirmasi oleh dokter forensik terdapat sperma milik pelaku di tubuh korban," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti di Jakarta, Kamis (8/10/2015).
Pengujian tersebut, lanjut Krishna, hasil pembesaran 5.000 kali. "Ini terlihat seperti toge atau kecebong dan ini hasil pembesaran 5.000 kali sudah terkonfirmasi bahwa itu sperma," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena terjadi kerusakan organ vital dengan alat tertentu," ungkapnya.
Sebelum hasil uji lab yang menentukan bahwa cairan itu adalah sperma, polisi juga punya analisa jika kerusakan pada bagian kelamin dan anus korban adalah hasil kekerasan benda tumpul-selain masuknya alat kelamin pelaku ke kemaluan korban.
"Motifnya bisa jadi dendam jika kerusakan kemaluan itu akibat benda keras. Tetapi dengan adanya hasil uji lab yang menunjukkan adanya sperma dipastikan ini motifnya paedofilia," tuturnya.
Namun, untuk memastikan sperma itu milik siapa-apakah milik satu saksi berinsial A yang berpotensi sebagai tersangka-polisi belum bisa memastikannya, sebab hasil tes DNA terhadap sperma tersebut belum keluar hasilnya.
Tetapi, polisi telah menemukan DNA saksi A pada kaus kaki korban. Setidaknya, DNA saksi A yang ada di kaus kaki korban ini menjadi petunjuk, jika A pernah bersentuhan dengan korban. (mei/rvk)











































