"Itu dokter bodoh! Saya sudah mengurus 20 tahun tidak pernah kena sakit itu," tutur Zakaria yang ditimpali kawannya sesama penggembala, Adam, di Hudaibiyah, Kamis (8/10/2015).
Zakaria merawat 22 ekor unta milik majikannya. Pria bertubuh besar ini merawat sejak unta-unta dari kecil sampai berukuran besar.
"Saya digaji 1.800 riyal setiap bulannya. Hasil jual susu sekitar 150 riyal per harinya dikasih pemilik unta," katanya.
Pria yang mengaku berasal dari Sudan ini mengatakan isu MERS-CoV tidak mempengaruhi jumlah orang yang datang untuk mencari susu unta. Kebanyakan orang yang datang membeli susu berasal dari Aljazair.
![]() |
Unta merupakan aset berharga bagi penggembala seperti Zakaria. Maklum saja harganya sangat mahal, meskipun di saat seperti ini di kala harga unta turun digerus isu sakit MERS-CoV.
"Kalau yang besar itu 50 ribu riyal (Rp 190 jutaan- red) yang sudah punya anak dan susu," tuturnya.
Di Hudaibiyah ada beberapa penggembala yang mengurus belasan sampai puluhan unta. Mereka menjual susu dan air kencing yang konon bagus untuk kesehatan kepada para pengunjung yang datang untuk melihat unta.
Susu Unta |













































Susu Unta