Sekretaris Dewan Muhammad Yuliadi menjelaskan, usulan tersebut diajukan bukan tanpa alasan. Menurutnya, komputer itu merupakan usulan murni dari dewan untuk mengganti laptop pribadi yang selama ini dipakai.
"Ada keinginan dari mereka ketika kerja dilengkapi dengan laptop," ujar Yuliadi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping pengadaan laptop, anggaran lainnya yang tak kalah fantastis adalah penyediaan konsumsi untuk rapat dewan. Dalam rencana kerja dan anggaran (RKA) 2016, tertera kalau sekretariat mengalokasikan dana sebesar Rp 6.979.772.140 dalam setahun.
Namun menurut Yulianto, jumlah anggaran itu masih terbilang wajar mengingat besarnya frekuensi rapat yang dilakukan dewan. Menjelang Pilgub 2017, biasanya ada jamuan makan yang digelar oleh dewan bersama bakal calon gubernur untuk didalami visi dan misinya.
Jamuan itu pun dibiayai oleh DPRD. Sehingga menurut Sekretaris Dewan tidak ada yang berlebihan dalam angka pengajuan tersebut.
"Saya kira ini normal saja. (Untuk jamuan calon gubernur) biasanya makanan dari kami," kata dia.
Meski demikian, seluruh angka-angka yang diajukan DPRD DKI dalam RKA 2016 masih bisa berubah karena belum ada keputusan final. Jikalaupun nantinya ada uang yang tidak terpakai, maka dewan akan menjadikannya sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA).
"Kami ini meminta sesuai dengan kebutuhan dan anggarannya ada," pungkasnya.
Sejumlah anggaran fantastis yang ada di dalam RKA Sekretariat DPRD berikut ini:
- Kunjungan kerja ke Asia dan Amerika Rp 1,1 miliar
- Kunjungan kerja ke Bali sebanyak 12 kali Rp 14,1 miliar
- Kunjungan kerja ke NTB, Banten, Jawa Barat dan Lampung Rp 2,3 miliar
- Konsumsi Rp 6,9 miliar
- Pengadaan BBM kendaraan operasional Rp 2,1 miliar
- Pengadaan laptop Rp 1,6 miliar
- Medical cek up Rp 932 juta (aws/rvk)











































