"Kedua negara ini masih dalam rencana, kita masih lakukan komunikasi di sana. Untuk di Jepang itu, penjaminan bisa ke pengusaha besar. Kalau di Italia itu kelasnya UMKM, home industry," kata Ketua RUU Penjaminan, Firman Soebagyo saat dihubungi, Kamis (8/10/2015).
Firman mengungkapkan bahwa pelaku usaha di Jepang dan Italia tidak sulit mendapatkan akses pemodalan bank. Itu yang membuat pelaku Industri rumahan di Italia sukses, salah satunya Industri sepatu.
"Sepatu-sepatu yang dijual ke sini (Indonesia) itu home industry," ucap politikus Golkar ini.
Selain ke pelaku usaha, Panja RUU Penjaminan juga akan menemui stakeholder dari pemerintah. Pemegang kekuasaan dari perbankan juga akan dikunjungi.
"Perbankan seperti apa, perusahaan penjaminan seperti apa, pelaku usaha seperti apa," ujar Firman.
Anggota Panja yang berjumlah 35 orang akan dibagi menjadi 2 tim. Namun, hingga saat ini belum ada nama-nama anggota yang akan berangkat.
"Belum. Ini baru perencanaan. Kita mengkomunikasikan, perusahaan-perusahaan di sana siap menerima tidak? Kita ingin melihat, tapi di sana belum ada jawaban," ujar Wakil Ketua Baleg ini.
Waktu kunjungan pun belum ditetapkan. Menurut Firman, pihaknya masih menunggu jawaban dari pihak-pihak yang akan dikunjungi.
"Kita masih korespondensi. Kalau ke sana belum jelas tujuannya, ya ngapain? Harus firm bisa menerima, baru kita agendakan ke sana," tutup Firman.
(imk/tor)











































