Direktur Perlindungan WNI Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, WNI itu hilang pada 18 September 2015. Kabar kehilangan itu pertama kali disebarkan oleh WNI yang tinggal di Arab Saudi.
"Informasi itu benar. WNI yang menginformasikan kepada kita bernama Abdurrahman. Saat ini KBRI sudah mengambil langkah dengan melaporkan hal tersebut ke polisi," ujar Iqbal di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (7/10/2015).
Iqbal menjelaskan, majikan WNI yang hilang ini juga telah melapor ke polisi. "Polisi sudah memanggil beberapa saksi untuk melakukan penelusuran," kata Iqbal.
Iqbal menjelaskan, WNI yang diculik merupakan asal Situbondo, Jawa Timur. Ia diduga diculik di kawasan Esbelia, Riyadh.
"Pihak KBRI sudah menugaskan seorang konsultan hukum, backgroundnya pensiunan polisi," kata Iqbal. (rjo/hri)











































