Satire Para Aktivis: Segera Dibangun Museum Komisi Pemberantasan Korupsi

Satire Para Aktivis: Segera Dibangun Museum Komisi Pemberantasan Korupsi

Dhani Irawan - detikNews
Kamis, 08 Okt 2015 14:16 WIB
Satire Para Aktivis: Segera Dibangun Museum Komisi Pemberantasan Korupsi
Foto: Dhani Irawan
Jakarta - Revisi Undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali marak dibahas di DPR dengan motor dari PDIP. Hal itu pun mengundang berbagai kecaman.

Siang ini, Kamis (8/10/2015), tiba-tiba sejumlah aktivis dari Indonesia Corruption Watch (ICW) dan LBH Jakarta mendatangi gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Mereka membawa dua buah papan. Papan itu kemudian ditaruh di teras gedung.

Dua buah papan berwarna putih itu bertuliskan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengumuman

Segera Dibangun Museum Komisi Pemberantasan Korupsi
(Jl HR Rasuna Said Kav 22 Kuningan Jakarta)

Ttd

Baleg DPR

Selain itu, terdapat pula sebuah ember berwarna hijau dengan 3 sendok semen serta sejumlah batako. Tak hanya itu, ada pula rompi tahanan KPK berwarna oranye yang juga ditaruh di bawah papan tersebut.

Tak berapa lama, dua rompi tahanan KPK itupun dikenakan oleh dua orang bertindak sebagai 'koruptor'. Mereka kemudian membawa papan tersebut serta ember berisi batako menuju ke halaman depan KPK.

"Kami mendukung langkah DPR untuk merevisi UU KPK," kata salah satu koruptor.

"Salah satu dukungan kami yaitu dengan bahwa akan dibangun museum KPK," sambung koruptor lainnya.

Hal tersebut merupakan satire dari para aktivis anti korupsi untuk menentang revisi UU KPK. Mereka melakukan aksi yang memperagakan bahwa revisi UU KPK nantinya sebagai pembubaran KPK.

(dha/faj)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini