Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menjelaskan, sampel DNA itu ditemukan dari barang milik korban yang ditemukan di dekat lokasi pembuangan mayat korban di Jl Sahabat, Kalideres, Jakbar.
"Ada satu barang bukti di dalam kotak lain di luar kotak yang membungkus korban. Kami temukan kotak di situ, ditemukan barang korban dan setelah diperiksa 2 hari setelah dicek DNA ada implikasi kecocokan 90 persen terhadap DNA dari salah satu saksi yang kami periksa," jelas Krishna kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah swipe sampel DNA dari beberapa saksi," imbuhnya.
Kendati hasil tes DNA ini sudah cocok dengan DNA salah satu saksi, namun polisi masih berhati-hati untuk menunjuk siapa pelakunya. Untuk meyakinkan lagi, polisi akan mengirimkan sampel DNA tersebut ke DVI atau lembaga lain untuk mendapatkan opini kedua.
"Kami akan kirimkan barang bukti tersebut ke DVI atau lembaga lain yang mampu melakukan pengecekan DNA yang nantinya akan muncul second opinnion. Bila lembaga tersebut memberikan afirmasi bahwa betul DNA tersebut match, maka kami akan fokus kepada orang tersebut," imbuhnya.
Sejauh ini, dari beberapa saksi yang sudah dimintai keterangan dan juga sudah diambil DNA-nya belum ada yang mengakui sebagai pelaku pembunuhan. Mereka disebut rata-rata orang dekat atau tetangga. Beberapa pria muda dan hidup sendiri sudah ada yang dimintai keterangan. Salah satunya malah ada yang kedapatan positif narkoba.
(mei/mad)











































