"Ya kita lidik, kita sidik. Ada dugaan kelalaian kita sidik. Ada dugaan kesengajaan, kita sidik," kata Dir Tipidter Bareskrim Brigjen Yazid Fanani di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2015).
Yazid menuturkan, Kepolisian di daerah tengah menelusuri sumber api dan telah menemukan petunjuk terkait adanya dugaan tindak pidana. Temuan itu selanjutnya akan diputuskan apakah tetap ditangani di Polda atau dilimpahkan ke Bareskrim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau harus kita sidik, harus ada laporannya. Tapi bisa juga kita yang menemukan langsung. Kita pakai kedua cara ini," tandasnya.
Sebelumnya, pemadaman kebakaran di wilayah Sumatera dan Kalimantan terus dilakukan. Namun, dalam 2 hari terakhir kebakaran baru justru terjadi di Kalimantan Timur
"Dari citra satelit yang kami amati 2 hari terakhir, pemadaman Sumsel terutama di Ogan Ilir, pemadaman masih lambat. Kedua di Kalimantan Timur ada penambahan titik api," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (6/10)
Berdasarkan data BNPB per pukul 08.00 WIB, di Sumatera ada sekitar 502 titik api. Paling banyak ada di Sumatera Selatan, 466 titik. Untuk Kalimantan terdapat 712 titik dengan titik api terbanyak di Kalimantan Timur yakni 333 titik api.
"Di Kalimantan Timur setelah diteliti, sebagian kebun milik masyarakat atau perseorangan," sambungnya. (idh/hri)











































