"Kita lagi kejar cepat masalah saluran. Kita ingin genangan cepat turun," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2015).
Ahok menyebut dataran tanah di Ibu Kota terus menurun. Akan tetapi, banyak perumahan orang Jakarta yang dibeton sehingga air tidak meresap ke dalam tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok berencana membongkar kawasan perumahan yang dibeton itu secara perlahan. Namun masih membutuhkan waktu untuk dilakukan pengkajian lebih lanjut.
"Sekarang mau enggak mau kita bongkar. Nah, bongkar kan butuh waktu. Tapi yang berhak lurah, petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU), Sudin Tata Air ada alat. Jadi lagi dikerjain," kata dia.
Mengenai pompa penyaringan air, Ahok menyebut ada kerusakan sekring di pompa Waduk Pluit. Maka dia tengah memesan sekring yang baru ke perusahaan Jepang.
"(Untuk pompa) Ada beberapa yang rusak dan kita lagi perbaiki juga, termasuk Waduk Pluit ada sekringnya rusak. Kita lagi pesan dari Jepang dan saya minta ada cadangan," sambungnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Tata Air Tri Djoko Margianto menjelaskan ada satu dari tiga pompa di Waduk Pluit. Untuk perbaikannya sendiri ditargetkan bisa selesai dalam waktu 2 minggu.
Selain di Waduk Pluit, pompa yang rusak juga terdapat di Sunter, Jakarta Utara. Meski demikian dia optimis dapat memperbaiki pompa dalam waktu dekat. Dirinya juga optimis siap menghadapi banjir di musim penghujan.
"Kami sudah siap menghadapi banjir," kata Tri. (aws/slm)










































