Kongres ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh LIPI bekerjasama dengan Kemenristek Dikti. Menghadirkan para pembicara ilmuan dari mancanegara, KIPNAS ke XI tersebut merupakan forum pertemuan para ilmuan Indonesia untuk mendiskusikan khasanah kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Saat membuka acara, Menko Puan menjelaskan bagaimana saat ini peneliti Indonesia masih sangat kurang. Ia pun meminta agar Menristek Dikti membuat terobosan untuk menetaskan peneliti-peneliti muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Puan juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pemuda berprestasi di kancah internasional. Juga bagi para pemenang LIPI Young Scientist Award.
"Anak-anak muda juara olimpiade harusnya lebih banyak dari ini. Saya bangga dengan mereka. Bahkan ada yang menang di Pittsburgh, itu artinya kancah internasional," tuturnya.
Politisi PDIP tersebut berharap agar melalui kongres ini, akan ada kemajuan bagi negara. "Dengan ini KIPNAS ke XI secara resmi saya buka. selamat berkongres semoga bisa menghasilkan manfaat untuk membawa Indonesia lebih sejahtera," ujar Puan.
"Saya harap dalam KIPNAS ini hasilnya bukan hanya apa yang harus dikerjakan tapi bagaimana bisa membangun bangsa ke depan," sambung putri Megawati Soekarnoputri itu.
Acara pembukaan Kongres ini juga dihadiri oleh Menristek Dikti M Nasir. Sama halnya dengan Puan, ia berharap agar KIPNAS dapat memberi kontribusi bagi kemajuan Indonesia.
"Para ilmuan kami harap bisa memberi kontribusi untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan di negeri ini.Β Harapannya adalah agar bisa menciptakan, mengedukasi dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan," tukasnya di lokasi yang sama.
Di kesempatan yang sama Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain mengatakan penyelenggaraan KIPNAS ini digagas sebagai wadah bertukar pikiran para ilmuan untuk memecahkan permasalahan bangsa melalui sains.
Menurut Iskandar, KIPNAS kali ini akan merumuskan landasan kebijakan pembangunan iptek nasional melalui 4 komisi. Yakni Ilmu pengetahuan alam dan maritim, ilmu pengetahuan teknik, ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan, serta kesehatan dan obat.
"Keempat bidang tadi akan bersinergi untuk menghasilkan rumusan yang implementatif sebagai masukan kebijakan pemerintah tentang ilmu pengetahuan. KIPNAS juga akan melihat posisi pembangunan iptek Indonesia saat ini dan upaya mengejar ketertinggalan dengan negara lain," kata Iskandar.
Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian KIPNAS ke XI itu. Di antaranya workshop Indonesia-Jepang: Lesson Learned from Jepang. Dalam workshop yang digelar siang ini akan dibahas mengenai pengembangan energi nuklir di Indonesia di mana pada pengembangan energi tersebut, Indonesia berkaca dari Jepang.
Kongres ini juga sekaligus dibarengi dengan Indonesia Science Expo (ISE). Berbagai hasil riset LIPI dipamerkan di lokasi yang sama dengan diadakannya KIPNAS. (elz/slm)











































