"Sejumlah petugas Bea Cukai diancam para pelaku. Beberapa di antaranya juga ditampar dan dicekik serta didorong-dorong oleh para pelaku," ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Victor Inkiriwang, Kamis (8/10/2015).
Victor menjelaskan, aksi premanisme puluhan orang berseragam ormas itu bermula ketika sekitar 20 orang petugas Bea Cukai Tanjung Priok dan surveyor hendak memeriksa 20 peti kemas yang bermuatan pasir mengandung bahan seng. Petugas bea cukai menduga, kandungan seng pada pasir yang hendak diekspor itu melebihi kadar yang ditentukan.
"Pada saat sementara melakukan pemeriksaan datanglah sekelompok orang yang mengaku dari ormas yang menggunakan seragam loreng merah putih hitam kemudian membubarkan secara paksa kegiatan petugas Bea Cukai," paparnya.
Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Hengki Haryadi menjelaskan, pihaknya turun ke lokasi karena mendapatkan laporan dari pihak bea cukai, Rabu (7/10) sore.
"Awalnya kami mendapat laporan dari pihak Bea Cukai bahwa telah terjadi aksi premanisme yang dilakukan kelompok orang yang menganiaya, mengintimidasi, dan menghalangi petugas bea cukai yang akan melakukan tugasnya," kata Hengki. (spt/kha)











































