Jalanan tersebut berada di Desa Cicirip, Kecamatan Sukasari, Purwakarta. Untuk mencapai ke desa tersebut dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu darat dan via Waduk Jatiluhur.
detikcom bersama dengan Dandim 0619 Purwakarta Letkol CZI Cahyadi Amperawan dan rombongan wartawan dari Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) mencoba melihat jalan tersebut dengan menempuh jalur air. Dengan menaiki speed boat, waktu yang ditempuh untuk mencapai Desa Cicirip ialah satu jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari dermaga sekitar pukul 15.00 Wib. Waduk saat itu sedang bergejolak hebat walau cuaca sangat terik. Menuju ke Desa Cicirip lewat waduk, kita akan melewati rumah-rumah yang disebutnya 'Rumah Terapung'.
Rumah Terapung adalah rumah yang pondasi bawahnya menggunakan drum-drum bekas. Rumah tersebut juga akan mengikuti arus waduk.
"Kalau lagi pasang, nanti rumahnya meninggi. Kalau surut, rendah. Ya pokoknya gimana kondisi waduknya saja," ucap Cahyadi.
Pukul 16.00 WIB, akhirnya speed boat merapat di Desa Cicirip, Kecamatan Sukasari, Purwakarta. Kedatangan Letkol CZI Cahyadi Amperawan dan rombongan kemudian disambut oleh Kapolsek Sukasari AKP Soetikno dan masyarakat setempat.
Usai disuguhi makanan dan minuman di Balai Desa Cicirip, Cahyadi kemudian menunjukkan titik nol pembuatan jalan Purwakarta hingga Bogor. Menurut Cahyadi, saat ini jalanan masih kurang begitu bagus karena masih dalam proses pengerjaan.
warga bersama TNI gotong royong |
"Ini titik nol pembangunan jalan Purwakarta hingga Bogor (sambil menunjuk ke jalan). Tapi masih dalam tahapan proses. Belum jadi. Jadi kalau mau lebih jelasnya bisa kita naik motor trail menyusuri jalanan ini," katanya.
Rombongan kemudian menempuh jalanan sepanjang 21 Km. Jalanan tersebut berbatu dan cukup berbahaya bila tidak hati-hati. Tanjakan yang curam serta turunan yang curam dan berbatu membuat kendaraan tak bisa melaju dengan cepat.
Tanah yang kering kemudian menimbulkan debu yang mengganggu pernapasan. Karena jalanan yang cukup panjang dan rombongan mengejar kapal untuk kembali ke dermaga awal, maka peninjauan jalanan hanya sampai Km 4.
"Kita sampai sini saja. Kalau ke sana lagi jauh. Ini sudah masuk wilayah Cianjur," tambah Cahyadi.
Beberapa pekerja dan anggota TNI masih tampak bergotong royong melakukan pekerjaan pembuatan jalan di Km 4. Salah satu ketua masyarakat setempat mengatakan bahwa dirinya dan juga warga Cicirip merasa senang akhirnya desa mereka akan mempunyai jalan yang bagus.
"Masyarakat Sukasari khususnya warga Desa Cicirip sudah berpuluh-puluh tahun mendambakan jalan seperti ini. Dan tahun ini baru terwujud. Dalam hal ini tentunya kami mengucapkan terima kasih dan untuk kelanjutannya kami mohon bantuan kepada pemda dan mohon segera selesai," kata Sudirman Majid.
Pukul 17.00 Wib, rombongan kembali ke Desa Sukasari. Hari pun sudah mulai gelap. Mendung tampak menyelimuti langit Purwakarta sore itu.
Kita kemudian kembali menaiki speed boat untuk menuju ke dermaga. Tanpa disangka, di tengah waduk, hujan deras pun turun.
Air semakin bergejolak. Speed boat yang ย dinaiki pun bergoyang ke sana dan kemari. Angin kencang pun membuat baju hingga celana basah karena siraman air hujan.
Pukul 18.00 Wib rombongan tiba di dermaga dengan pakaian yang sudah basah karena air hujan, termasuk pakaian Dandim 0619 Purwakarta. "Gimana serukan? Semoga jalannya cepat selesai dan bagus biar gak seperti ini lagi," tutur Cahyadi.
Kondisi jalan yang akan dibangun TNI |












































warga bersama TNI gotong royong
Kondisi jalan yang akan dibangun TNI