"Masih disesuaikan (anggarannya). Dan bisa berkurang. Tapi nanti direvisi apalagi anggaran APBD semuanya terpotong," kata Yuliadi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2015) malam.
Dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang diajukan DPRD DKI untuk APBD 2016, ada 4 kunjungan luar negeri ke negara-negara sister city. Anggarannya mencapai Rp 1,120 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu ada 12 kali kunjungan ke Bali dari berbagai elemen DPRD mulai dari Badan Anggaran, Badan Musyarawarah, Badan Kehormatan, panitia dan komisi. Jumlah anggarannya mencapai Rp 14,022 miliar
Soal kunjungan ke Bali ini, Yuliadi menyebut anggaran itu hanya menjadi plafon tertinggi untuk kunjungan dalam negeri anggota dewan. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan, program dari DPRD DKI. Angkanya bisa berkurang namun tidak mungkin lebih.
"(Soal Bali) Anggapannya 12 kali berarti 2 bulan sekali (kunjungan kerja).Β Bali itu patokan untuk harga tertinggi," sambungnya
Untuk anggaran Rp 14,022 miliar menurutnya masih rasional karena masih dalam memenuhi aturan untuk akomodasi anggota dewan.
"Standar itu. Tidak tinggi (anggarannya). Semuanya kan sudah ada aturannya ada dan tidak boleh melebihi itu," sambungnya.
(mnb/Hbb)











































