Duh, Kominfo Salah Iklankan Nomor SMS 5678 Pengaduan BBM

Duh, Kominfo Salah Iklankan Nomor SMS 5678 Pengaduan BBM

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2005 11:56 WIB
Jakarta - Belum genap sehari harga BBM naik, pemerintah telah berbuat kesalahan. Ironisnya, kesalahan itu terpampang dalam iklan separo halaman di sejumlah media cetak terkemuka Ibukota yang ongkos pasangnya menelan belasan hingga puluhan juta rupiah.Dalam iklan kampanye kenaikan BBM yang digelar oleh Depkominfo, Selasa (1/3/2005) dijelaskan bahwa mereka yang menemukan penyelewengan dana kompensasi BBM di lapangan, dipersilakan mengontak sejumlah nomor. Salah satunya bisa mengirim SMS gratis ke 5678 untuk semua operator.Tapi apa lacur, nomor itu ternyata sudah dimiliki orang lain. Negosiasi dengan PT Telkom pun terpaksa akan dilakukan lagi."Saya baru dapat laporan tadi pagi kalau nomor itu sudah ada yang pakai," kata Sekretaris Menteri Kominfo, JB Kristiadi, ketika dihubungi detikcom, Selasa (1/3/2005).Kristiadi menyatakan, karena 5678 sudah dipakai orang lain, maka nomornya diubah menjadi 7877. Untuk perubahan nomor SMS bebas pulsa untuk semua operator itu, apakah Depkominfo juga akan pasang iklan?"Kita akan bicarakan kembali dengan Telkom. Apakah bisa memakai nomor yang lama. Tapi kalau memang harus ganti nomor, kita pasang pengumuman lagi," paparnya."Tapi kita usahakan untuk dapat menggunakan satu nomor saja, yaitu 5678. Nanti saya hubungi lagi kepastian nomor yang akan dipakai," katanya.Sekadar diketahui, ketika detikcom menguji dengan mengirim SMS ke nomor 7877 yang tengah ditimang-timang Depkominfo, tertulis number not in use di layar handphone.Terkait:Dana Kompensasi BBM Dikorupsi? Adukan Saja ke 5678 (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads