Pertama, Risma menilai tanpa mematenkan, maka produk yang sudah baik itu bakal terancam. Risma yang dicalonkan kembali menjadi calon wali kota Surabaya periode 2015-2020 ini mendorong agar semua produk UMKM dipatenkan.
"Pertama merek. Harus segera dipatenkan, dan merek itu tidak boleh mau diubah oleh pembeli dalam jumlah banyak," kata Risma saat bertemu dengan komunitas industry kreatif dan UMKM di Rungkut Mejoyo, Surabaya, Rabu (7/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka harus memahami apa itu cek, dan transaksi dengan asing secara online. Sehingga tidak mudah ditipu atau batal transaksi hanya karena tidak tahu bisnis onlinenya," kata Risma.
Risma dengan tegas meminta agar para kelompok industri kreatif yang tumbuh subur di Kota Surabaya juga mulai serius mempelajari hubungan perdagangan dengan pihak asing. Apalagi, dalam rangka menyambut era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), persaingan dengan produsen asing kian gencar terlihat.
"Kalau nggak, kita ya kalah sama mereka. Kita harus menjadi tuan dan nyonya di negeri sendiri lho rek," pesan Risma.
Dalam kesempatan itu, Risma berdialog dengan pelaku industri kreatif berbasis UMKM dari kelompok Asosiasi Bunga Kering dan Bunga Buatan (Aspringta) dan kelompok Mandiri. Beberapa anggota di antaranya juga merupakan anggota dari Pahlawan Ekonomi.
Di antara produk yang membuat Risma bangga adalah kerajinan pajangan rumah dari olahan bunga kering, serta aksesoris wanita berbahan daur ulang. Karya mereka kian laris bak 'pisang goreng' diminati pasar luar negeri.
"Fokus saya adalah harus memberi semangat dan membangkitkan hasil karya kreatif tidak kalah dengan produk luar negeri," pungkas Risma. (ze/tor)











































