Pesan Penting Risma untuk Pelaku Industri Kreatif/UMKM di Surabaya

Pesan Penting Risma untuk Pelaku Industri Kreatif/UMKM di Surabaya

Zainal Effendi - detikNews
Rabu, 07 Okt 2015 18:12 WIB
Pesan Penting Risma untuk Pelaku Industri Kreatif/UMKM di Surabaya
Foto: Zainal Effendi
Surabaya - Industri kreatif di Surabaya sudah layak bersaing dengan produk asing. Namun, Tri Rismaharini memiliki beberapa catatan yang harus dilakukan para pelaku industri kreatif atau UMKM agar bisa memenangkan pertarungan.

Pertama, Risma menilai tanpa mematenkan, maka produk yang sudah baik itu bakal terancam. Risma yang dicalonkan kembali menjadi calon wali kota Surabaya periode 2015-2020 ini mendorong agar semua produk UMKM dipatenkan.

"Pertama merek. Harus segera dipatenkan, dan merek itu tidak boleh mau diubah oleh pembeli dalam jumlah banyak," kata Risma saat bertemu dengan komunitas industry kreatif dan UMKM di Rungkut Mejoyo, Surabaya, Rabu (7/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, catatan penting bagi Risma adalah bagaimana pelaku industri kreatif UMKM ini bisa inline dengan perbankan. Karena di era modern sekarang ini transaksi jarang lagi dilakukan secara tradisional.

"Mereka harus memahami apa itu cek, dan transaksi dengan asing secara online. Sehingga tidak mudah ditipu atau batal transaksi hanya karena tidak tahu bisnis onlinenya," kata Risma.

Risma dengan tegas meminta agar para kelompok industri kreatif yang tumbuh subur di Kota Surabaya juga mulai serius mempelajari hubungan perdagangan dengan pihak asing. Apalagi, dalam rangka menyambut era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), persaingan dengan produsen asing kian gencar terlihat.  

"Kalau nggak, kita ya kalah sama mereka. Kita harus menjadi tuan dan nyonya di negeri sendiri lho rek," pesan Risma.

Dalam kesempatan itu, Risma berdialog dengan pelaku industri kreatif berbasis UMKM dari kelompok Asosiasi Bunga Kering dan Bunga Buatan (Aspringta) dan kelompok Mandiri. Beberapa anggota di antaranya juga merupakan anggota dari Pahlawan Ekonomi.

Di antara produk yang membuat Risma bangga adalah kerajinan  pajangan rumah dari olahan bunga kering, serta aksesoris wanita berbahan daur ulang. Karya mereka kian laris bak 'pisang goreng' diminati pasar luar negeri.

"Fokus saya adalah harus memberi semangat dan membangkitkan hasil karya kreatif tidak kalah dengan produk luar negeri," pungkas Risma. (ze/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads