Ada Kabut Asap, Ini Cara KPU Atur Logistik Pilkada di Sumatera dan Kalimantan

Ada Kabut Asap, Ini Cara KPU Atur Logistik Pilkada di Sumatera dan Kalimantan

Hardani Triyoga - detikNews
Rabu, 07 Okt 2015 17:04 WIB
Ada Kabut Asap, Ini Cara KPU Atur Logistik Pilkada di Sumatera dan Kalimantan
Simulasi Pilkada (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan masih dilanda kabut asap akibat pembakaran hutan serta lahan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengantisipasi bila kemungkinan terjadi keterlambatan pengiriman distribusi logistik untuk Pilkada serentak.

"Pertama harus dicek produksi distribusinya. Yang namanya lelang, itu kan siapa saja bisa menang, bisa dari seluruh Indonesia," tutur Komisioner KPU Arief Budiman di kantornya, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

Dia menyebut bila pengiriman distribusi ke Sumatera dan Kalimantan bisa ditempuh lewat darat maka tak menjadi persoalan. Namun, jika pengiriman jauh menggunakan pesawat maka harus dicari beberapa alternatifnya seperti tujuan bandara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau misalnya produksi distribusi ke target pengiriman, bisa dikirim pakai darat ya tidak menjadi problem. Biar agak lambat tapi normal kembali, bisa dikirimkam," tutur eks Komisioner KPUD Jawa Timur itu.

"Tapi kalau produksi itu jauh. Dan bisanya pengiriman pakai pesawat maka harus dicari beberapa alternatifnya. Jadi, tidak bisa ke bandara langsung tujuan. Bisa enggak dikirim ke bandara lain yang terdekat? Kalau kemudian pakai jalur darat. Ini teman-teman sudah memetakan, menyiapkan itu," sebut Arief.

Seperti diketahui, hingga saat ini sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan masih dilanda kabut asap pekat. Bahkan sebagian daerah belum ada tanda-tanda intensitas kabut asap ini akan berkurang.

Sementara, pelaksanaan pemungutan suara Pilkada serentak dijadwalkan pada 9 Desember 2015.

(hty/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini