Belajar Mencintai Lingkungan di Museum Lingkungan Hidup Kitakyushu

Belajar Mencintai Lingkungan di Museum Lingkungan Hidup Kitakyushu

Zainal Effendi - detikNews
Rabu, 07 Okt 2015 16:55 WIB
Belajar Mencintai Lingkungan di Museum Lingkungan Hidup Kitakyushu
Foto: zainal/detikcom
Kitakyushu - Museum dikenal sebagai tempat menyimpan benda bersejarah yang bisa membuat kita bosan untuk mengunjunginya. Namun, Pemerintah Kota Kitakyushu punya cara menyenangkan bagi pengunjung khususnya para siswa.

Pengamatan detikcom yang berkesempatan mengunjungi museum lingkungan hidup Kitakyushu di Jepang pengelola selain menyediakan diorama, workshop daur ulang juga terdapat permainan yang mengedukasi para siswa agar lebih peduli lingkungan.

Pertama kali masuk ke museum eco Kitakyushu akan disuguhi sejarah kota saat kondisi lingkungan rusak akibat polusi udara, air dan tanah karena aktivitas pabrik. Sejarah tersebut ditampilkan berupa banner foto raksasa yang menggambarkan warna awan Kitakyushu yang diselimuti asap berwarna merah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memasuki ruang berikutnya, adalah ruang pamer barang-barang logam yang rusak terkena polusi udara dan air serta radiorama. "Bisa anda bayangkan betapa bahayanya udara saat itu," kata Kepala Museum Lingkungan Kota Kitakyushu, Nokozono pada rombongan wartawan Surabaya sambil menunjukkan jangkar kapal yang kropos akibat polusi, akhir pekan lalu.

Nokozono juga mengungkapkan keberhasilan revolusi berkat kemauan bersama, warga, pengusaha dan pemerintah. "Kita butuh 30 tahun untuk menjernihkan air, udara dan tanah untuk anak-anak kita," imbuhnya.

Akan tetapi, pendidikan peduli lingkungan lanjut Nokozono juga penting dilakukan sejak dini. Oleh karena itu, di museum yang dipimpinnya menyediakan permainan edukasi bagi anak anak sehingga menarik minat.

Tak hanya itu, di komplek museum lingkungan juga terdapat workshop pelatihan menjadikan hasil daur ulang menjadi sesuatu yang berguna serta ruang pamer hasil daur ulang yang dijual murah pada pengunjung.

"Ada baju, topi, serta berbagai macam hasil daur ulang yang kita jual mulai 100 yen hingga 200 yen per item," pungkas Nokozono. (ze/dra)


Berita Terkait