AS Ingin Misi PBB di Timtim Tidak Diperpanjang Lagi

AS Ingin Misi PBB di Timtim Tidak Diperpanjang Lagi

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2005 11:47 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat menentang gagasan Sekjen PBB Kofi Annan untuk memperpanjang misi penjaga perdamaian PBB di Timor Timur hingga setahun lagi. Alasannya, kini tidak ada lagi ancaman bagi perdamaian antara negara kecil itu dengan Indonesia.Pada sidang terbuka Dewan Keamanan PBB, Menteri Luar Negeri Timtim Jose Ramos Horta meminta anggota PBB untuk terakhir kalinya, memperpanjang misi PBB setahun lagi guna memperkuat institusi militer, kepolisian dan pemerintah negara bekas kedaulatan RI itu."Saya yakin bahwa Anda semua tidak ingin diingat oleh warga Timor Timur karena telah menolak permintaan terakhir, yang sangat sederhana, namun penting," ujar Horta.Annan pun menyerukan agar sekitar 275 personel militer, polisi, pelatih dan penasihat sipil serta pejabat-pejabat HAM untuk tetap tinggal di Timtim hingga Mei 2006 mendatang, bersama sejumlah perwakilan PBB. Misi PBB di Timor Lorosae sat ini menempatkan sekitar 900 personel militer, polisi dan staf sipil internasional."Kebutuhan untuk terus mendukung upaya-upaya pembangunan institusi Timor masih tetap penting, sama halnya untuk melindungi hasil-hasil yang telah dicapai hingga saat ini," kata Annan seperti diberitakan AP, Selasa (1/3/2005). Misi PBB di Timtim dijadwalkan berakhir pada Mei 2005 mendatang. Annan mengingatkan, penarikan personel PBB pada Mei nanti bisa mempengaruhi keamanan dan stabilitas Timtim.Namun Reed Fendrick, diplomat senior AS menegaskan bahwa pemerintah Washington menginginkan misi PBB tersebut dihentikan pada Mei 2005. "Tidak ada lagi ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional yang membutuhkan misi penjaga perdamaian, dan hubungan antara Timor Timur dan Indonesia kini membaik," tukas Fendrick.Namun diimbuhkannya, AS akan terbuka untuk mempertimbangkan sebuah misi politik untuk periode terbatas yang akan memfokuskan diri pada kebutuhan-kebutuhan paling penting Timtim. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads