Hal itu dilakukan karena semua anggota keluarga yang mengalami teror dengan munculnya api misterius selama lebih kurang 3 minggu itu agar tenang dan kuat imannya. Seluruh rumah saat ini dipasang tulisan/huruf/ayat Al Quran. Tulisan itu diantaranya "Allah, La Haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyil Adzim". Tulisan-tulisan ayat Al Quran itu, ada yang di pasang di pintu, tembok luar dan dalam rumah serta kamar.
Larangan membawa dupa atau kemenyan itu hari ini telah dipasang di pintu masuk rumah oleh Ustad Martun. Larangan itu tertulis di selembar kertas HVS warna putih maupun ditulis menggunakan spidol di tembok rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, larangan membawa dan membakar dupa dikarenakan beberapa hari sebelumnya ada beberapa orang tamu yang datang kemudian memasuki rumah, kamar dan berkeliling rumah sambil menyalakan dupa serta membawa bunga setaman. Ada juga tamu yang datang berkeliling rumah kemudian membuang telor ayam mentah di salah satu pojok halaman.
Menurutnya tamu-tamu yang melakukan hal seperti itu ada yang datang secara rombongan. Namun ada pula yang datang sendiri. Meski pihak keluarga tidak bisa melarang, namun hal itu justru bisa menimbulkan keresahan.
"Kami tidak tahu maksudnya apa itu. Kalau seperti ini keluarga jadi tidak tenang karena khawatir jin akan kembali lagi ke sini atau tidak mau pergi," katanya.
Sementara itu berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, sebagian perabotan rumah sudah ada yang sudah dimasukkan ke dalam rumah. Selama beberapa hari terakhir ini teror api misterius tidak muncul lagi. (bgs/dra)











































