Kapolsek Panongan AKP Kosasih dalam keterangannya kepada detikcom, Rabu (7/10/2015), mengatakan pelaku merupakan remaja pria berusia 15 tahun.
Kosasih mengatakan, peristiwa itu terjadi Rabu (7/10) dini hari sekitar pukul 00.45 WIB, di kediaman korban di Kp Babulak, RT 01/03, Panongan, Kabupaten Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini terlihat tidak adanya barang yang dicuri. TKP dalam keadaan tidak berantakan layaknya suatu pencurian," ungkap Kosasih.
Pelaku, Kosasih menambahkan, masuk ke rumah korban melalui pintu dak atas dengan memanjat pohon. Setelah berhasil masuk, pelaku langsung mengarah ke kamar Muryanah. Namun, pelaku tidak menemukan korban.
Pelaku kemudian beranjak ke kamar ibunda korban, Sri Astuti. "Korban mengetuk pintu kamar. Namun karena ketakutan, korban dan ibunya diam saja di kamar," kata Kosasih.
Pelaku lalu mendobrak pintu kamar Sri Astuti. Tanpa babibu, pelaku langsung membabi buta menghujamkan golok yang dibawanya ke arah kepala Muryanah.
"Korban Sri Astuti berusaha menolong anaknya itu, tapi kena juga sabetan golok pelaku sebanyak 2 kali dan mengenai kepala samping dan atas," kata Kosasih.
Usai melakukan tindakan biadabnya, pelaku langsung melarikan diri. Tetangga korban yang mendengar keributan tersebut berupaya mengejar pelaku dengan meneriaki maling. Namun pelaku berhasil meloloskan diri dari kejaran massa dengan menggunakan motor.
Tak dinyana, saat dilakukan olah TKP, ibu pelaku menyerahkan putranya tersebut ke pihak kepolisian. "Ibu pelaku menyerahkan anaknya itu pada Kapolsek Panongan karena telah mengetahui perbuatan anaknya yang berterus terang tentang perbuatannya, mengingat antara keluarga pelaku dan korban bertetangga satu RW," jelas Kosasih.
Kondisi korban Sri Astuti saat ini sudah mulai membaik. Namun untuk Muryanah masih kritis dan dirawat di RS Ciputra Tangerang.
Polisi menyita beberapa barang bukti dari tempat kejadian dan tangan pelaku, yaitu sebilah golok, pelindung leher, sepeda motor Mio, dan jaket abu-abu.
(ahy/nrl)










































