Polisi Sisir Orang yang Dekat dengan Bocah Tewas dalam Kardus

Polisi Sisir Orang yang Dekat dengan Bocah Tewas dalam Kardus

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 07 Okt 2015 14:19 WIB
Polisi Sisir Orang yang Dekat dengan Bocah Tewas dalam Kardus
Foto: Mei Amelia/detikcom
Jakarta - Polda Metro Jaya punya banyak strategi dalam mengungkap kasus pembunuhan bocah dalam kardus. Salah satunya menyisir lokasi kejadian dan orang-orang yang dekat dengan korban.

"Sambil menunggu hasil tes DNA, kita sisir di lokasi siapa saja yang dekat dengan korban sehingga korban mau bertemu dan ikut secara volunteer sukarela dan orang itu punya karakteristik paedofil," jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Tito Karnavian di kantornya, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

Kapolda mengatakan penyidik sudah melakukan interview terhadap beberapa orang yang dicurigai. Orang-orang yang dicurigai ini nantinya akan diambil sampel DNA-nya untuk dicocokkan dengan DNA sperma yang ada di kemaluan korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau mengaku sukur, kalau ada bukti lain sukur, kalau tidak ada kuncinya tes DNA. Jadi nanti kalau orang yang dicurigai ini DNA-nya sama, dialah pelakunya," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolda menjelaskan soal dugaan pelaku adalah seorang paedofil. Dalam kasus kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak, sering kali dilakukan oleh orang-orang yang punya kelainan seksual paedofilia. Berdasarkan hasil autopsi korban ditemukan adanya kekerasan pada kemaluan korban.

"Dari hasil autopsi diduga ada persetubuhan. Artinya kelamin laki-laki masuknya ke kelamin perempuan- mohon maaf bahasa saya ini agak kurang pas untuk umum, tapi itu bahasa hukum yang digunakan," jelas Tito.

Persetubuhan itu, dilakukan dengan cara-cara kekerasan. Sebab, korban mengalami pendarahan dan meninggal dunia. "Dengan adanya persetubuhan dengan kekerasan ini, ini bagi kami adalah hal yang sangat penting kenapa, kalau terjadi persetubuhan, maka ini lebih mengarah kepada kejahatan seksual yaitu paedofil, (korban) anak-anak. Kalau tidak ada persetubuhan, mungkin motif lain misal dendam dan lain-lain," paparnya.

"Dengan adanya persetubuhan ini, kita lebih mengarah kepada kelainan seksual alias paedofil," tambahnya.

Lebih lanjut, Kapolda menduga jika pelaku adalah orang yang dikenal korban. Menurutnya, kecil kemungkinan korban mau ikut bersama pelaku jika tidak dikenal korban.

"Saya lihat lokasi di situ itu sangat ramai dan relatif kumuh. Artinya kalau dia diculik, itu kecil kemungkinan karena kalau ada perlawanan di situ banyak warga yang bisa mengeroyok tersangka. Sehingga kami duga korban secara sukarela dibawa pelaku karena sudah dikenal oleh korban," tutupnya. (mei/aan)


Berita Terkait