"Kami serahkan ke Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Sulsel. Ada 4 orang dokter forensik ditambah 2 dokter gigi dan dibantu tim identifikasi Polda Sulses untuk sidik jari kami harapkan proses (identifikasinya) bisa lebih cepat," ujar Anton saat dihubungi, Rabu (7/10/2015).
Anton mengaku hingga saat ini dirinya belum mendapatkan informasi mengenai perkembangan identifikasi korban. Namun dia optimis proses tersebut bisa berjalan optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes dr Raden Harjuno saat ditemui detikcom di Posko DVI RS Bhayangkara menyampaikan proses identifikasi 10 jenazah korban paling cepat diumumkan pagi ini. Hal ini dimaksud agar pihak keluarga bisa dapat memperoleh kepastian dan bisa segera memakamkan jenazah.
Sedikit berbeda dengan Anton, Harjuno menyebut dalam proses identifikasi jenazah korban pesawat Aviastar yang jatuh di pegunungan Latimojong ini melibatkan 7 dokter spesialis forensik dan 3 dokter ahli forensik gigi. Kesepuluh dokter ahli forensik ini juga dibantu oleh 12 tim medis lainnya untuk mempercepat hasil pemeriksaan di bagian Post Mortem DVI Polda Sulsel. Dalam proses identifikasi ini tim ahli akan memeriksa DNA, geligi dan ciri-ciri korban lainnya. (aws/dhn)











































