Orang tua Nurul, Muhajir yang ditemui detikcom di depan kamar jenazah RS Bhayangkara Polda Sulsel menuturkan ada kenangan terakhir yang tidak akan pernah dilupakanny. Putri sulung dari 4 saudara itu sempat meminta izin tidak mudik saat Idul Adha lalu karena ingin merayakan bersama suaminya, Kamaruddin dan anak di Masamba.
"Selama dua tahun Nurul harus terpisah dengan suaminya, karena dia mengikuti pendidikan Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan di Surabaya. Nurul dan anak keduanya tinggal di Masamba, mereka baru berkumpul kembali pada 7 September lalu. Jadi Nurul bersama suami dan anak-anaknya minta izin untuk tidak mudik ke Makassar karena ingin lebaran bersama keluarganya di Masamba," kisah Muhajir, Selasa (6/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun tujuan kedatangan Nurul ke Makassar dengan pesawat Aviastar guna mengantar Rayya bertemu neneknya, Khadijjah. Sementara, Kamaruddin tetap tinggal di Masamba.
"Rayya dulu ikut sama neneknya di Makassar. Saat ayahnya pulang dari pendidikan 7 September lalu, baru cucu saya ikut orang tuanya ke Masamba," lanjutnya.
Pasca menerima kabar duka, Muhajir berpesan kepada menantunya agar tetap tabah dan sabar menjalani cobaan dari Allah atas musibah yang telah merenggut istri dan dua anaknya. "Saya katakan ke Kamaruddin 'Kamu ini manusia pilihan Tuhan nak, sebab Allah tahu kamu mampu menjalani cobaan-Nya atas musibah seluruh anak-istrimu meninggal'," kata pegawai Dishub Provinsi Sulsel ini sambil menahan kesedihan.
Rencananya, jenazah Nurul bersama dua anaknya akan dimakamkan di kompleks makam keluarganya di Kompleks BTN Haji Banca, Kabupaten Maros, Sulsel seusai identifikasi dan penyerahan jenazah oleh Dokkes Polda Sulsel. (mna/aws)