Evi Ikhlas Ditinggalkan Suaminya yang Jadi Korban Tragedi Mina

Tragedi Mina

Evi Ikhlas Ditinggalkan Suaminya yang Jadi Korban Tragedi Mina

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Rabu, 07 Okt 2015 00:21 WIB
Evi Ikhlas Ditinggalkan Suaminya yang Jadi Korban Tragedi Mina
Foto: Indra Dewi Sunda
Jakarta - Asdinur Bin Sanurih, salah seorang TKI yang ikut menjadi korban tragedi Mina saat berhaji. Asdinur pun meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak.

Evi Silviani, istri Asdinur, sempat berbagi kisah dukanya saat menerima santunan sebesar Rp 80 juta. Evi menyebut suaminya itu baru bekerja di Arab Saudi selama 8 bulan.

"Baru bekerja 8 bulan dari kontrak 2 tahun diinformasikan menjadi 1 tahun dan perusahaan memberi kesempatan haji karena Desember akan dipulangkan," kata Evi di kantor BNP2TKI di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Selasa (06/10/2015) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Evi mengaku ikhlas suaminya meninggal dunia di usia yang masih muda yaitu 36 tahun. Dia pun akan membesarkan anak-anaknya sendiri selepas kepergian suaminya.

"Suami saya umur 36, baru merayakan ulang tahun sebulan yang lalu. Baru jalan satu tahun bekerja. Saya mau jalan kedepan membesarkan anak-anak saya supaya seperti ayahnya. Saya hanya sebagai ibu rumah tangga," ucapnya.

Menurut Evi, suaminya itu bekerja sebagai tenaga kontraktor listrik di Jeddah untuk renovasi Masjidil Haram. Evi menyebut terakhir menghubungi suaminya itu pada Kamis 24 September 2015.

"Terakhir dia hanya bilang minta maaf belum bisa membahagiakan anak sama istri. Insya Allah kita nanti bakal ketemu lagi kata dia gitu," ujar Evi terbata-bata.

Sebelumnya, diberitakan Asdinur merupakan salah satu korban meninggal yang termasuk TKI legal yang bekerja di Arab Saudi. Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menyebut mereka mendapat asuransi untuk para korban tersebut.

"Karena ini TKI legal mereka sebelum berangkat bayar asuransi kalau kena. Kejadian seperti ini mendapat klaim asuransi sebesar Rp 80 juta dengan rincian Rp 75 juta untuk santunan kematian dan 5 juta untuk biaya pemakaman, Ini artinya pemerintah peduli dan hadir kepada mereka," kata Nusron di lokasi yang sama.

Nusron mengatakan ketiga TKI itu bekerja untuk perluasan Masjidil Haram. Mereka diketahui meninggal di terowongan Mina bersama ribuan jemaah lain. (dhn/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads