Menyinggung soal adanya kerusakan di kemaluan korban, Tito mengatakan, ada 2 kemungkinan penyebabnya.
"Titik utama perhatian kita kemungkinan ada kekerasan seksual pada bagian alat vital, alat kelamin. Ini bisa terjadi karena dua hal, bisa terjadi karena persetubuhan atau benda keras lain yang masuk," ujar Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini untuk anak-anak (pelaku) disebut paedofil," imbuhnya.
"Kemungkinan besar pelaku, ada tanda-tanda persetubuhan artinya masuknya alat kelamin pria kedalam alat kelamin wanita sehingga terjadi hubungan seksual dipaksakan. Karena korbannya anak-anak maka pelaku ini ada kemungkinan kelainan seksual," tambahnya.
Terkait dugaan ini, lanjut Kapolda, pihaknya telah menemukan banyak 'jejak' pelaku, di antaranya sperma pada kemaluan korban. (mei/dhn)










































