"Titik panas hari ini bertambah di Sumatera Selatan. Tapi gini ya, hotspot itu sebenarnya indikasi untuk kita melakukan operasi. Tapi kalau saya ini tetap dijadikan pegangan. Memang dijadikan pedoman untuk operasinya. Jadi memang fluktuatif ya karena secara total itu yang di bulan September masuk ke Oktober itu sudah 71 persen ke atas, 72 persen. Kan waktu Juli masih 40-an ya, Agustus jadi 58, 61, 68. Sekarang sudah 69, 72 angkanya rata-rata," tutur Menteri LHK Siti Nurbaya di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2015).
Tetapi rupanya jumlah titik panas seluruh Indonesia per tanggal 5 Oktober 2015 lebih sedikit dari tahun sebelumnya di tanggal yang sama. Secara total per tanggal 1-5 Oktober untuk tahun 2014 dan 2015 juga ada perbedaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan di seluruh wilayah Indonesia pada 5 Oktober 2014 terdapat 117 titik panas, sedangkan tahun 2015 terdapat 86 titik panas. Kemudian pada tanggal 1-5 Oktober 2014 secara kumulatif di Indonesia terdapat 25.601 titik panas, sedangkan tahun 2015 ada 17.357 titik panas.
"Jadi memang fluktuatif sekali, jadi memang tidak bisa dibilang standar bagus atau jelek karena yang namanya asap mau banyak atau sedikit titik apinya tetap saja masyarakat tidak akan merasa nyaman. Yang bisa dilakukan, yang kami sudah lakukan adalah airnya itu dicampur dengan flame freeze namanya. Jadi ada campuran air yang waktu disiramkan dicampur sehingga asapnya langsung freeze (beku)," ujar Siti. (bpn/dhn)










































