"Dari titik mangkal di trotoar akan kita pindahkan ke jalan lingkungan (gang atau jalan pemukiman -red). Sekarang kan memang yang tadinya dia (Go-Jek) diprotes, sekarang sudah bisa berkolaborasi dengan lingkungan," ujar Kadishubtrans Trans DKI Andri Yansyah di kantornya Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat Selasa (04/10/2015).
"Bahkan adanya ojek itu buat keamanan, kalau polisi mencari info teroris kan bisa lewat para ojek karena mereka setiap hari lewat sana," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Silakan juga koordinasi driver gojek dengan RT RW supaya tidak timbul salah paham. Intinya jangan mengganggu hak orang lain," tegas Andri.
Kesepakatan lain dalam pertemuan itu, Dishubtrans DKI dan polisi akan mengangkut motor bahkan menilang driver Go-Jek yang masih mangkal di trotoar. Tindakan itu akan berlangsung selama Nadiem mensosialisasikan hasil kesepakatan ini kepada drivernya.
"Saya enggak nunggu-nunggu Nadiem kok, saya juga nindak. Jadi diangkutin saja yang selama ini kita lakukan. Artinya Pak Nadiem harus komit, yang terpenting kita sudah memberi tahu akan ada sanksi dan tindakan dong," ternag Andri.
"Dari sekarang itu sudah kita tindak, dalam arti kata saya memanggil Nadiem siapa tahu dia yang memberitahu anggotanya bisa lebih tertib lagi," imbuhnya.
(bal/miq)











































