Kerjasama kebudayaan antara Indonesia dan Belarus dilakukan dengan penandatanganan MoU di Kantor Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jaksel, Selasa (6/10/2015). Nota kesepahaman diteken oleh Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan dan Dubes Belarus untuk Indonesia Vladimir Lopato Zagorsky.
"MoU memuat banyak hal, seperti pertunjukan bersama, pertukaran budaya, pertukaran pelajar di bidang seni dan kebudayaan," ujar Kacung dalam acara penandatanganan MoU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juga ada teater, penyanyi solo serta penampilan kelompok seniman, dan masih banyak hal. Saya pikir kita bisa memulai sejak saat ini. Mari kita implikasikan MoU ini setelah penandatanganan," kata Kacung.
Dalam hal ini, Kacung meminta agar Belarus berpartisipasi dalam ajang internasional yang akan diselenggarakan Indonesia. Yakni World Culture Forum yang rencananya digelar di Denpasar, Bali.
"Ini forum kebudayaan kedua kami. Tahun 2013 pesertanya dari 65 negara, kita harapkan nanti lebih banyak lagi negara-negara lain yang akan terlibat dalam World Culture Forum," ujarnya.
"Kami harap Belarus bisa menjadi salah satu peserta, atau mungkin dari Belarus bisa menjadi pembicara dalam forum. Kegiatan macam-macam, ada konferensi, kolaborasi pertunjukan bersama negara-negara yang terlibat," sambung Kacung.
Sementara itu Dubes Belarus, Vladimir dalam kesempatan yang sama mengatakan menantikan realisasi dari kerjasama kedua negara ini. Ia optimis baik Indonesia dan Belarus dapat meningkatkan persahabatan melalui MoU tersebut.
"Ini kontribusi yang bagus untuk hubungan kedua negara. Kami menantikan MoU ini dapat bisa segera berjalan," tuturnya.
Penandatangan MoU disaksikan langsung oleh Mendikbud Anies Baswedan. Ia mengharapkan agar MoU antara Indonesia dan Belarus ini bisa berjalan aktif.
"Saya berharap dan percaya kita akan terus bertemu. Saya sebagai Mendikbud menjamin untuk terus mendukung, tidak hanya mengirimkan SDM ke Belarus tapi kami juga menerima kedatangan dari Belarus agar menjadi persahabatan antar kedua negara," terangnya saat memberi sambutan.
Anies pun menjelaskan, sebagai negara besar, Indonesia harus mampu menempatkan diri yang dapat menunjukkan kebesarannya dengan soft power. Yakni mempromosikan diri dengan kekuatan budaya.
"Ini artinya kita harus menjangkau sebanyak mungkin. Belarus salah satu negara di sudut Eropa yang saat ini punya kerjasama ekonomi dengan Indonesia, tapi untuk kebudyaan belum. Kita ingin mereka kenal Indonesia," ucap Anies usai acara.
"Posisinya bukan kita yang menerima Belarus, tapi Belarus menerima kita. Kita harus memposisikan sebagai bangsa besar. Ketika ada kesempatan kita masuki. Di sini nanti akan ada banyak yang dicover," tambah Anies yang berharap agar Belarus bisa menjadi pintu masuk promosi kebudayaan Indonesia di Eropa tersebut.
Anies menggarisbawahi agar dalam kerjasama ini, anak-anak muda Indonesia punya kesempatan dan pengalaman. Untuk itu pihaknya mendorong kerjasama tersebut bersama pilar-pilar kebudayaan Indonesia.
Dalam kerjasama ini, kedua negara akan membetuk kelompok kerja bersama untuk memfasilitasi, memantau, mengevaluasi, dan meninjau kembali pelaksanaan nota kesepahaman tersebut. Kedua belah pihak berjanji akan bertemu paling tidak satu kali dalam 2 tahun.
Tak hanya itu, turut menjadi cakupan dalam kerjasama ini adalah hak atas kekayaan intelektual. Di manan nantinya setiap hak atas kekayaan intelektual yang dibawa oleh satu negara dalam pelaksanaan kegiatan di bawah MoU wajib menjadi kekayaan negara terkait. Dengan adanya MoU ini, berbagai kegiatan kebudayaan diharapkan dilakukan. Seperti pengiriman misi budaya, festival, dan pameran.
(elz/dra)











































