"Dia itu anak yang ceria. Tapi terkadang jutek sama orang baru kenal," kenang ayah korban di rumah duka, Selasa (6/10/2015).
Dia menceritakan kronologi awal anaknya hilang hingga akhirnya ditemukan tewas. Menurutnya, pada Jumat (2/10) pagi, korban seperti biasa menuju sekolah sekitar pukul 06.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, seharusnya anaknya itu pulang sekolah sekitar Pukul 09.00 WIB. Namun, malamnya korban sempat meminta izin untuk kerja kelompok di rumah temannya usai pulang sekolah yang jaraknya 600 meter dari rumah.
"Hingga pukul 02.00 siang dia tidak pulang. Ibunya langsung curiga dan mulai mencari di rumah teman-temannya, namun tidak ditemukan. Keesokan harinya pihak keluarga sudah membut pamflet orang hilang yang rencananya akan disebarkan dan sekalian lapor polisi," ujarnya.
Namun, saat hendak melapor pada Sabtu pagi, tetangga memeritahu ada penemuan mayat. Untuk memastikan, ibu korban yang ditemani dua kakaknya mendatangi Polsek Kalideres.
"Saya sendiri saat itu lagi kerja menjadi sopir. Saat itu kebetulan yang saya sopiri orang Polda jadi saya langsung dibawa ke RS Kramat Jati untuk mengenali korban. Saat sampai, saya tidak diizinkan lihat langsung. Saya hanya diberikan foto jenazah dan saya langsung kaget, karena saya langsung mengenali fisiknya, wajahnya ketahuan," cerita Ayah Korban.
Ayah korban mengungkapkan, dirinya dan ibu korban sudah lama pisah ranjang. Walau begitu komunikasi keduanya tetap baik walaupun sudah menikah lagi.
"Komunikasi soal anak tetap baik. Kita sama-sama shock tidak menyangka, dan meminta pihak kepolisian segera menangkap pelakunya," tutupnya.
(spt/slm)











































