Saat ditanya, Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengatakan, jumlah titik panas tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Hal ini tak lepas dari dampak kenaikan suhu alias El Nino.
Untuk masalah ini, terang Teten, manjadi perhatian serius Presiden Jokowi. Bahkan Jokowi terus memantau danmengerahkan upaya penanggulangan secepat mungkin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Teten, untuk masalah kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap ini, perlu menjadi perhatian semua pihak. "Perlu kemauan semua pihak termasuk korporasi, warga. Dan presiden sedang memikirkan cara yang lebih efektif, supaya di kemudian hari tidak terjadi. Ini kan sudah hampir 20 tahun terus berulang seperti ini," terang Teten.
Salah satu upaya untuk menanggulangi masalah kebakaran hutan dan lahan ini, diperlukan cara baru. Saat ini pemerintah sedang mengeluarkan skema kebijakan disinsentif ekonomi yang saat ini sedang disiapkan oleh Kemenko Perekonomian.
"Itu sudah dibicarakan dengan para pemilik lahan, perkebunan besar dan kelihatan seperti mereka cukup menakutkan untuk para pembakar," kata Teten.
"Disinsentif ekonomi untuk para pembakar hutan itu karena didasari oleh satu keyakinan bahwa memang kebakaran lahan gambut ini bukan hanya peristiwa alam. Tapi juga ada indikasi memang sengaja dibakar oleh para pemilik lahan, kebun, dan kedua oleh warga yang memang tujuannya sama," tambah Teten.
(rjo/hri)











































