Taufik Kurniawan: DPR Bangun Jaringan Antikorupsi Internasional

Taufik Kurniawan: DPR Bangun Jaringan Antikorupsi Internasional

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 06 Okt 2015 14:27 WIB
Taufik Kurniawan: DPR Bangun Jaringan Antikorupsi Internasional
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - DPR RI jadi tuan rumah The 6th Global Conference of Parliamentarians Against Corruption yang digelar di Yogyakarta. Melalui forum ini, DPR tengah membangun jaringan antikorupsi internasional.

"Ini pertemuan yang keenam, tadi acara dibuka oleh Ketua DPR, dihadiri oleh Menko Polhukam mewakili Presiden Joko Widodo. Intinya ini adalah pertemuan internasional pergerakan antikorupsi yang memiliki lebih dari 110 negara anggota," kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan yang hadir dalam forum tersebut, kepada detikcom, Selasa (610/2015).

Pertemuan ini diarahkan untuk mencari solusi pemberantasan korupsi sekala besar (grand corruption), parlemen dari berbagai negara menghadiri 'The 6th Conference Of Parliamentarians Against Corruption (Gopac) di hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, 6-8 Oktober 2015. Pertemuan diikuti oleh 4 ketua parlemen, 5 wakil ketua parlemen, dan 250 peserta yang terdiri dari anggota dan observer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Juga dihadiri lengkap oleh Ketua BPK, Pimpinan DPR, Pimpinan DPD, Wakil Ketua MK juga hadir. Intinya adalah forum ini merupakan komitmen bersama dari parlemen di dunia terhadap gerakan antikorupsi karena korupsi ini ternyata sudah menjadi semacam penghambat maupun kejahatan luar biasa yang tidak hanya terjadi di negara berkembang saja tetapi di semua sektor kehidupan ini bisa jadi dihinggapi oleh penyakit korupsi," papar Taufik.

Karena itu, menurut Taufik, sebanyak 110 lebih negara yang mengikuti konferensi ini akan membangun persamaan persepsi tentang korupsi dan kebersamaan dalam pemberantasan korupsi. DPR RI dalam posisi mendukung penuh gagasan utama konferensi kali ini.

"Pimpinan DPR sangat mendukung dan mensupport itu. Tadi dalam pertemuan kedua banyak negara yang tentunya menyambut baik dan memberikan appreciate kepada Indonesia yang sedang berproses untuk menegakkan anti korupsi itu sebagai salah satu pedoman untuk dijadikan tukar pikiran negara lain," katanya.

Korupsi, menurut Taufik, tidak hanya dirasakan negara dunia ketiga saja tetapi juga merambah sektor lain. Taufik mencontohkan korupsi FIFA dan di perusahaan otomotif VW.

"Karena itu penting sekali menyatukan kekuatan, kebersamaan, soliditas parlamen harus kita apresiasi bersama. Dan apakah akan disepakati konsep koruspi apakah hanya menyangkut remeh temeh saja atau seperti apa. Dalam forum ini juga akan memilih presiden sebagai koordinator GOPAC ini, jadi tidak ada jatah-jatahan, tergantung bagaimana nanti kesepakatannya. Sehingga untuk memudahkan bargaining dan komunikasi akan dipilih presiden GOPAC," kata Taufik yang menilai penyelenggaraan GOPAC selaras dengan proses fit and proper test capim KPK yang akan segera berproses di DPR ini. (van/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini