DetikNews
Selasa 06 Oktober 2015, 13:44 WIB

Jeritan Hati Penumpang Gara-gara Angkot Mogok di Bogor

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Jeritan Hati Penumpang Gara-gara Angkot Mogok di Bogor Demo sopir angkot di Bogor (Foto: Kartika Sari Tarigan/detikcom)
Bogor - Sebagian masyarakat Bogor tergantung pada angkot sebagai alat transportasi. Sudah pasti mereka akan telantar bila angkot tidak ada apalagi mogok. Bagaimana jeritan hati mereka?

Makholi Sangaji (60), salah satu penumpang protes dengan mogoknya ratusan angkot di Bogor hari ini, Selasa (6/10/2015). Aktivitasnya untuk mengunjungi anaknya yang kuliah di IPB di Dermaga, Bogor menjadi terganggu.

"Saya mau naik angkot 04. Saya sampai menunggu dua jam di sini," ujar Makholi di dekat Stasiun Bogor, kepada detikcom.

Setelah memberi tahu adanya angkot mogok, Makholi lantas menghubungi anaknya yang akan dikunjunginya itu. Setelah menunggu dua jam akhirnya Makholi dijemput anaknya dengan motor.

"Sebenarnya maksud pemerintah ini agar tertib. Tapi angkot di sini memang susah diatur," tuturnya.

Nasib serupa dialami Nur Rosiana Putri (20). Begitu turun dari kereta, Nur kebingungan mencari cara menuju Cimanggu. Dia syok karena angkot yang biasa mengantarnya pergi ke Cimanggu tidak ada.

Nur juga tidak memiliki alternatif lain untuk sampai ke tujuan. Alat transportasi berupa ojek pangkalan dirasa tidak sesuai dengan kantongnya.

"Kalau nggak ada angkot saya bingung mau naik apa. Naik ojek mahal Rp 30 ribu," ucap dia sambil jalan kaki untuk memikirkan langkah selanjutnya.

Demo ratusan sopir angkot di Bogor terkait penolakan rencana pemerintah kota tentang angkot berbadan hukum. Demo telah dilakukan sejak pagi di depan kantor Wali Kota Bogor.


(nwy/ndr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed