Kak Seto, Polisi dan KPAI Datangi Keluarga Bocah yang Tewas Dalam Kardus

Kak Seto, Polisi dan KPAI Datangi Keluarga Bocah yang Tewas Dalam Kardus

Septiana Ledysia - detikNews
Selasa, 06 Okt 2015 13:20 WIB
Kak Seto, Polisi dan KPAI Datangi Keluarga Bocah yang Tewas Dalam Kardus
Foto: Septiana Ledysia
Jakarta - Setelah berdialog dengan pihak SD di Kalideres, Jakarta Barat, Kadiv Humas Polri Irjen Anton CH, Pembina Komnas Anak Seto Mulyadi (Kak Seto) dan pihak KPAI mendatangi rumah duka korban pembunuhan di Kalideres. Kunjungan mereka bertujuan untuk memberikan konsuling ke keluarga.

"Setelah ini kita mau ke rumah korban untuk berikan konsuling," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Anton CH saat menuju rumah korban yang tidak jauh dari sekolah, Selasa (6/10/2015).

Kadiv Humas dan Kak Seto ditemani oleh Ketua KPAI Asrorun Niam Soleh, Kepala Divisi Sosial KPAI Erlinda dan Wakapolres Jakarta Barat AKBP Bahtiar Ujang bersama Kapolsek Kalideres Kompol Darmawan Karosekali.

"Selain itu kita juga ditemani tim konsuling  dan psikolog dari kepolisian dan KPAI," tambah Anton.

Saat tiba di rumah, rombongan disambut orangtua korban. Warga yang berada di sekitar lokasi terlihat berkumpul untuk sekadar melihat.

Sebelumnya Anton, Kak Seto, dan KPAI melakukan dialog dengan pihak sekolah bocah pembunuhan Kalideres. Pertemuan tersebut merupakan langkah awal pendekatan dan pengumpulan data untuk membantu penyelidikan.

"Ini pendekatan saja, karena Kak Seto ahli psikologis anak dan ada KPAI juga jadi ada pengenalan dan bisa membuat anak merasa akrab dan bisa curhat. Dan hasil yang kita dapat membentuk edukasi," ujar Anton di lokasi.

Anton mengatakan, selain melakukan pedekatan, pihaknya juga mengumpulkan data-data tentang korban. Data-data yang diambil meliputi bagaimana korban ketika berada di sekolah.

"Kehidupan sehari-hari sering bermain di mana, siapa teman akrabnya, sering jajan di mana dan senang apa. Dan nantinya kami akan koordinasi dengan penyidik apa kebutuhan penyidik," terang Anton.

Anton juga mengatakan, pemeriksaan tehadap orang tua dan anak berbeda. "Jadi kita akan datangi keluarga untuk berikan konsuling," tutupnya. (spt/hri)


Berita Terkait